• Selasa, 7 Desember 2021

Sambut Ramadan, Kemenpar Gelar Pesona Wisata Ramadan

- Sabtu, 19 Mei 2018 | 17:00 WIB
Kementerian Pariwisata meluncurkan program Pesona Wisata Ramadan.*
Kementerian Pariwisata meluncurkan program Pesona Wisata Ramadan.*

[NEWSmedia] - Menyambut Ramadan dan Libur Lebaran 2018, Kementerian Pariwisata meluncurkan program Pesona Wisata Ramadan. Peluncuran yang langsung dikomando Menteri Pariwisata Arief Yahya ini digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat (18/5/2018).

Dalam kesempatan tersebut Arief Yahya mengatakan, saat Ramadan wisatawan Nusantara (wisnus) berkurang, namun menurut Arief Yahya berkurangnya pergerakan wisnus mampu terkonpensasi dengan adanya libur Lebaran dan mudik.

“Ramadan sebenarnya aman untuk wisnus, enggak perlu ada acara apa-apa kita aman, tapi wisman yang tak tergantikan, karena itu kita buat program ini, terutama untuk wisman yang tidak sensitif dengan puasa,” ungkap Arief Yahya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, Ramadan merupakan momentum untuk mengajak wisman untuk menikmati paket-paket wisata, termasuk wisata minat khusus.

Wisata minat khusus seperti ziarah dan wisata religi punya daya tarik. Menurut Arief Yahya, Ramadan dan Lebaran tidak bisa dilepaskan dengan tradisi dan ziarah ke makam leluhur yang sampai saat ini masih tetap lestari. Antara lain seperti Makam Gusdur, Makam Sunan Ampel, Makam Sunan Gunung Jati, hingga Masjid Luar Batang yang ada di Jakarta.

“Program ini bukan semata-mata untuk meningkatkan kunjungan wisata, tapi ada pesan kunci berupa ajakna bagi wisatawan terkait esensi toleransi beragama, filsafat, dan moral yang terkandung dalam tradisi ziarah. Dan Indonesia punya potensi itu,” kiata Arief Yahya.

Data resmi Kementerian Pariwisata sendiri menunjukkan, pada 2014 tercatat ada 12,2 juta jumlah kunjungan wisatawan (peziarah), yang 3.000 di antaranya merupakan wisman. Dari jumlah tersebut, terjadi perputaran uang di destinasi terkait sebesar Rp 3,6 triliun.

Tak hanya wisata ziarah, Pesona Wisata Ramadan juga akan diramaikan dengan wisata seni tradisi yang dikemas dalam sajian kuliner. Kuliner dianggap menjadi kunci promosi seni tradisi yang efektif bagi wisatawan, mengingat dari kuliner lah wisatawan bisa merasakan pengalaman langsung produk budaya di daerah tersebut.

Selain wisata ziarah dan religi serta kuliner, Kementerian Pariwisata juga menawarkan sejumlah event selama bulan Ramadan, antara lain Festival Hadrah (Banyuwangi, 26-27 Mei 2018), Festival Patrol (Banyuwangi, 28-29 Mei 2018), Pekan Tilawah Quran (Sumenep, 26-31 Mei 2018), Kuliner Ramadan (Tengerang, 15 Mei-8 Juni 2018). Ramadan Ceria Pesantren Wisata Cinta Alquran (2 uni 2018), serta Gelaran Adat Penyerahan Zakat Fitrah Keluarga Keraton (Sumenep), 11 Juni 2018. [lpt]

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X