• Selasa, 28 September 2021

Waspada, 143 Juta Pengguna Medsos Terancam Virus Radikalisme

- Selasa, 22 Mei 2018 | 13:01 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Agitasi dan propaganda kelompok radikalisme dan terorisme kerap dilakukan di dunia maya atau media sosial (medsos). Tujuannya, untuk mempengaruhi warganet yang masih bisa dipengaruhi dengan “kampanye-kampanye” mereka.

Demikian disampaikan Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Donny Budi Utoyo dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9(Dismed FMB9) bertajuk Cegah dan Perangi Aksi Terorisme di Gedung Serba Guna Kemkominfo, Jakarta.

“Sekitar dua tahun yang lalu tanpa sengaja saya bersama teman-teman tim sedang masuk ke Youtube. Tiba-tiba ada video yang baru di-upload. Menurut saya bagus sekali. Judulnya, Ayahku Teladanku. Kami sempat download,” ujar Donny sebagaimana dilansir Kominfo.go.id.

Menurut Donny, ini video dokumenter yang bagus sekali karena digarap secara profesional. Di film itu diawali ada sekumpulan anak yang sedang latihan baris-berbaris dan latihan bela diri.

“Ternyata, ini video ISIS. Menariknya, sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya. Di film itu, seorang anak memberikan testimoni, “saya mengikuti teladan ayahku, ayahku dibunuh oleh kafir dan sekarang saya harus membunuh kaum kafir”, jelas Donny seraya mengutip kalimat di film tersebut.

Donny menilai, film ini jelas memiliki tujuan sebagai bagian dari proses mendorong orang menjadi radikal melalui sosial media. Dan, dengan kemasan yang mereka buat di film itu, sangat mungkin sekali ada yang terpengaruh. Khususnya anak-anak.

“Jika film ini ditonton oleh anak-anak, sudah bisa dipastikan akan terpengaruh. Karena menurut saya, kemasan dalam film ini dibuat secara profesional dan mudah dicerna anak-anak,” ujarnya.

Donny menjelaskan, di film itu mengadegankan, anak-anak yang berkelompok disatukan dalam satu rumah, ruangannya gelap, mereka bergerak seperti pasukan dengan menggunakan infrared, mengejar sesosok musuh yang mereka kejar.

“Ternyata, musuh yang dikejar mereka adalah warga negara asing yang sedang diikat matanya. Kemudian di adegan berikutnya musuh yang mereka kejar itu dieksekusi. Terlihat sangat real,” ulas Donny.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X