• Selasa, 28 September 2021

Pengobatan Baru Kanker Payudara untuk Stadium Dini, Ini Caranya!

- Jumat, 13 Juli 2018 | 01:02 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

[NEWSmedia] - Penderita kanker payudara">kanker payudara di Indonesia cukup tinggi. Jika melihat data yang dimiliki Rumah Sakit Kanker Dharmais saja, jumlah penderita kanker payudara">kanker payudara mencapai 42 persen dari total pasien setiap harinya sekitar 1.000 pasien.

Fakta ini tentu menjadi warning bagi banyak perempuan, tak terkecuali pria yang berisiko terserang kanker payudara">kanker payudara meski angkanya masih sangat kecil. Kewaspadaan ini bisa dengan mengecek payudara sendiri atau juga bisa dengan pemeriksaan medis di rumah sakit.

Kemudian, untuk para penderita, upaya meminimalisir kekambuhan atau juga meringankan penyakit harus diprioritaskan. Khususnya bagi mereka yang masih dalam kategori stadium awal yang sangat mungkin sembuh total.

Bicara mengenai kanker payudara">kanker payudara, Anda mesti tahu bahwa kanker ini memiliki banyak jenis. Salah satu yang paling banyak dialami perempuan Indonesia adalah Kanker Payudara HER2-Positif. Kanker jenis ini dianggap paling ekspresif dan sangat mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Makanya, pasien dengan masalah ini sangat butuh penanganan ekstra. Termasuk pengobatan yang dipilih.

Jika bicara mengenai pengobatan, para penderita Kanker Payudara HER2-Positif biasanya menjalani pengobatan kemoterapi. Beberapa dari pasien juga menjalani pengobatan tambahan yang dimaksudkan untuk memaksimalkan kemoterapi yang dijalani.

Tata laksana pengobatan itu salah satunya adalah dengan menjalani pengobatan trastuzumab subkutan. Obat ini berbeda dengan pengobatan intravena yang biasanya dilakukan para penderita kanker payudara">kanker payudara. "Tata laksana pengobatan ini dilakukan di lemak atau di bawah kulit pasien, sedangkan pengobatan intravena di vena tubuh. Hal ini berkaitan dengan efektivitas obat dan tentunya minim risiko lanjutan," terang Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi Medik Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018).

Dr. Nugroho menuturkan, metode pemberian trastuzumab subkutan ini merupakan inovasi teknologi medis yang baik untuk para penderita pasien kanker payudara">kanker payudara HER2-Positif stadium dini. Sebab, obat ini dipercaya dapat menekan ekspresi sel kanker HER2-Positif yang sangat aktif dan dengan keunggulan itu, tentunya pasien bisa mendapatkan kesembuhan yang lebih cepat.

Perlu Anda ketahui, pengobatan trastuzumab subkutan diberikan melalui injeksi di paga bagian atas selama 2 sampai 5 menit. Berbanding jauh dalam durasi pengobatan infus intravena yang memerlukan waktu tata laksana selama 30 sampai 90 menit. Dengan fakta ini, tentunya waktu harapan hidup pasien bisa lebih banyak dan efektivitas semakin tinggi karena disuntikan langsung ke bawah kulit.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X