• Minggu, 19 September 2021

Kenali Perbedaan Gejala Diare dan Disentri

- Selasa, 28 Agustus 2018 | 06:32 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

[NEWSmedia] - Diare dan disentri kerap disalahartikan sebagai jenis penyakit yang sama. Anggapan demikian, tentu sangatlah keliru. Karena faktanya, diare dan disentri merupakan dua kondisi klinis yang jauh berbeda.

Meskipun diare dan disentri sama-sama disebabkan oleh infeksi, tetapi penyebab dan area yang terkena berbeda. Penyakit diare biasanya hanya menyerang usus halus. Sementara disentri, umumnya terjadi di usus besar.

Lalu bagaimana cara membedakan diare dan disentri sehingga jika Kamu atau keluarga dan anak-anak kita ada yang terkena, Kamu sudah paham bagaimana menanganinya.

Perbedaan penting diare dan disentri

1. Penyebab dan gejala

Banyak sekali penyebab diare, bisa karena intoleransi laktosa, alergi susu sapi, hingga rotavirus. Bakteri E.Coli yang didapatkan dari makanan yang tidak bersih atau air yang terkontaminasi feses juga bisa menyebabkan diare.

Sedangkan penyebab disentri yang paling umum adalah air atau makanan yang terkontaminasi bakteri. E coli, Shigella, dan Salmonella. Ada pula disentri akibat amuba.

Diare menyerang usus halus di mana terjadi sirkulasi cairan tubuh, sehingga saat terjadi infeksi, hal ini pun akhirnya memengaruhi tekstur feses yang keluar dari usus halus, yaitu feses berair. Sementara disentri, ditandai dengan keluarnya feses berlendir atau bercampur darah. Ciri khas disentri adalah buang air besar cair disertai lendir atau darah. Jadi begitu feses Kamu mengandung lendir, Kamu patut curiga itu adalah disentri. Disentri biasanya disertai demam dan nyeri perut.

Gejala disentri yang dibiarkan, dapat berakibat fatal. Pasalnya, patogen penyebab penyakit ini menyerang bagian sel epitel dari organ usus besar sehingga dapat menimbulkan ulserasi atau luka di usus besar serta komplikasi lainnya. Inilah sebabnya, penderita disentri tidak hanya rentan mengeluhkan rasa nyeri atau kram di bagian perut, melainkan juga mengalami demam selama 3-7 hari disertai mual dan muntah.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X