• Jumat, 24 September 2021

Awas, Sering Pakai Obat Kumur Bisa Picu Diabetes

- Selasa, 23 Oktober 2018 | 00:02 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

[NEWSmedia] - Penggunakan obat kumur sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Selain menyikat gigi, tak sedikit dari kita yang menggunakan obat kumur di setiap kesempatan, agar napas tetap segar. Namun, rupanya ini cara menggunakan obat kumur yang keliru.

Menurut penelitian terbaru, menggunakan obat kumur minimal dua kali setiap hari justru dapat mencetus risiko diabetes, lho! Waduh, kok bisa, ya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Para ilmuwan di The San Juan Overweight Adult Longitudinal Study (SOALS) melakukan survei terhadap 1.206 orang dengan obesitas yang berusia 40-65 tahun. Uniknya, mesti berstatus obesitas, seluruh partisipan yang terlibat dinyatakan tidak mengidap diabetes (pre-diabetes) ataupun penyakit kardovaskular pada awal masa studi.

Selama masa penelitian, partisipan diminta untuk menggunakan obat kumur. Sekitar 43 persen dari mereka menggunakan obat kumur hanya 1 kali dalam sehari. Sementara 22 persen lainnya menggunakan obat kumur setidaknya 2 kali sehari.

Faktor-faktor penunjang, seperti latar belakang profesi, pendidikan, kebersihan mulut, kondisi kesehatan mulut, ada atau tidaknya gangguan tidur, pola makan, obat-obatan apa saja yang dikonsumsi, serta kadar glukosa dari setiap partisipan juga dipertimbangkan. Tiga  tahun kemudian, peneliti pun melaporkan temuan yang menarik. Hasilnya, peserta yang menggunakan obat kumur 2 kali atau lebih dalam sehari mengalami peningkatan risiko diabetes sebesar 55%.

Kenapa Bisa Demikian?

Rakesh P. Patel, pemimpin penelitian dari Departemen Patologi dan Pusat Biologi Radikal Bebas Universitas Alabama di Birmingham, Amerika Serikat, ikut memberikan penjelasan dari hasil penemuan tersebut. "Obat kumur mengandung senyawa antibakteri, seperti klorheksidin. Di satu sisi, klorheksidin dapat mencegah gingivitis, kerusakan gigi, dan sejumlah masalah kesehatan mulut. Sayangnya, senyawa ini juga dapat menghancurkan bakteri mulut 'baik', yang penting untuk pembentukan nitrat oksida, “ jelas Patel.

SOALS menyatakan bahwa pengguna obat kumur harus berhati-hati terhadap bahan antibakteri yang merusak reduksi bakteri nitrat oral. "Nitrat oksida (NO) berperan penting dalam mengoptimalkan produksi insulin dalam tubuh manusia untuk mengontrol kadar gula darah," jelas Greg Gelfand, DDS., pakar bedah mulut yang berbasis di New York.

“Jadi, orang yang terlalu sering menggunakan obat kumur akan memiliki sedikit bakteri nitrat oral. Akibatnya, masalah peradangan di rongga mulut lebih mudah terjadi. Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan masalah pada sistem produksi insulin. Ketika insulin tidak berfungsi sebagaimana mestinya, risiko diabetes pun meningkat, “ papar Gelfand.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB

3 Makanan untuk Kulit Cantik, Nomor 1 Coklat

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:30 WIB
X