• Sabtu, 26 November 2022

Mudik Dilarang, Rp10,8 Triliun Uang dari Kota Tidak Berputar ke Daerah

- Senin, 18 Mei 2020 | 15:42 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Idul Fitri tahun ini tidak lagi menjadi andalan untuk mendorong perekonomian. Moment perputaran uang paling besar di Indonesia saat Lebaran pun terancam tidak mengalir karena pandemi virus corona.

Padahal biasanya, saat Lebaran kondumsi rumah tangga naik 2 hingga 3 kali lipat baik untuk kebutuhan pangan maupun sandang serta mengalirnya uang pemudik dari kota ke berbagai daerah tujuan. 

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, alasan penurunan peredaran uang atau kebutuhan uang kartal masa Idul Fitri tahun ini yaitu pertama, sumber pendapatan masyarakat menurun akibat kebijakan Work From Home dan PSBB.

Kemudian, masyarakat lebih selektif dan berhati-hati membelanjakan uangnya. Ketiga pengaturan ulang hari libur dari semula 12 hari menjadi 5 hari, ke empat mayoritas pekerja swasta tertunda atau belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan kelima, larangan pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada Hari Raya Idul Fitri di tahun ini.

"Larangan mudik ini sesuatu yang wajar karena potensi pemudik menularkan Covid 19 kepada keluarga dan kerabat dan sahabat di kampung halaman sangat terbuka," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2020).

Pada kondisi normal, aliran uang dari kota ke daerah tujuan mudik saat puncak Idul Fitri selalu naik dari tahun ke tahun. Jika dalam kondisi normal, uang yang mengalir ke daerah tujuan mudik pada tahun ini diperkirakan sebesar Rp10,8 triliun naik 13,7% dari 2019 sebesar Rp9,5 triliun.

Asumsi Rp10,8 triliun ini dihitung dari jumlah pemudik dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan dalam 4 tahun terakhir. Jika tidak ada Covid 19 maka diperkirakan jumlah pemudik dari Jabodetabek ke berbagai daerah tujuan mudik diperkirakan mencapai 7.640.288 jiwa atau setara 2.546.763 keluarga.

"Jika setiap keluarga membawa uang rata rata Rp4.250.000 juta per keluarga maka dana yang mengalir ke daerah tujuan mudik diperkirakan mencapai Rp10.823.742 triliun," ujarnya.

Namun dampak Covid 19 ini perputaran uang dan aliran ke daerah tidaklah seperti tahun tahun sebelumnya.Yang tadinya diperkirakan aliran uang dari Jakarta ke daerah tujuan wisata sekitar Rp10,8 triliun diperkirakan akan turun 80% atau hannya sekitar Rp2 triliun.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

5 Ide Menu Sarapan yang Bisa Dibuat dengan Air Fryer

Senin, 11 Januari 2021 | 07:16 WIB

Menguak Fakta di Balik Mitos soal Menstruasi

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:19 WIB

5 Cara Budidaya Paprika Supaya Tunai Untung

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:34 WIB

Tips Cegah Covid-19 di Tempat Kerja

Senin, 29 Juni 2020 | 09:35 WIB

Bocoran 6 Fitur Baru WhatsApp yang Sedang Diuji

Jumat, 12 Juni 2020 | 19:23 WIB

5 Manfaat Telur Makanan Favorit si Kecil

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:04 WIB

Tips Membersihkan Alat Makeup di Masa Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:04 WIB

Cara Pakai Face Wash yang Tepat

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:04 WIB