• Kamis, 2 Desember 2021

OTT Bupati Probolinggo Terkait Kasus Jual Beli Jabatan Kades, KPK Imbau 17 Tersangka Menyerahkan Diri

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 06:25 WIB
KPK menyampaikan keterangan pers terkait OTT Probolinggo., Selasa dinihari 31 Agustus 2021. (Foto: tangkap layar akun Twitter KPK) (
KPK menyampaikan keterangan pers terkait OTT Probolinggo., Selasa dinihari 31 Agustus 2021. (Foto: tangkap layar akun Twitter KPK) (

NEWSmedia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI) sebagai tersangka dugaan jual beli jabatan kepala desa (Kades), Selasa dinihari 31 Agustus 2021.

Selain itu, KPK juga menetapkan 20 orang tersangka lainnya, dalam Operasi Tangan Tangan (OTT) yang seluruhnya adalah oknum ASN Kabupaten Probolinggo. Namun dari seluruh tersangka, baru lima orang yang ditahan. Sementara sisanya masih menghirup udara bebas.

Mereka yang saat sudah ditahan antara lain, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih, Hasan Aminuddin ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta Selasa 31 Agustus 2021, Berikut Syarat, Lokasi dan Biayanya

Tiga orang lainnya, yaitu Camat Krejengan Doddy Kurniawan ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, Camat PaitonMuhammad Ridwan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, dan seorang berinisial SO ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur. SO merujuk pada nama Sumarto (ASN).  

Sementara sisanya, 17 orang lagi masih belum ditahan. Antara lain, Mashudi (ASN), Maliha (ASN),  Mohammad Bambang (ASN), Masruhen (ASN), Ali Wafa (ASN), Mawardi (ASN), Abdul Wafi (ASN),  Kho'im (ASN), Ahkmad Saifullah (ASN), Jaelani (ASN), - Nuruh Huda (ASN), Hasan (ASN), Sahir (ASN),  Sugito (ASN), Samsuddin (ASN), Uhar (ASN) dan Nurul Hadi (ASN)

Baca Juga: 5 Tips Membersihkan Keyboard Kamu Biar Awet dan Tidak Perlu Beli Yang Baru

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, meminta kepada 17 tersangka yang belum ditahan aga menyerahkan diri.

"KPK menghimbau kepada para Tersangka lain untuk bersikap kooperatif mengikuti proses hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh KPK," ujar Alexander Marwata, di Gedung Merah Putih.

Dijelaskan Alex, dalam OTT kasus dugaan jual beli jabatan penjabat Kepala Desa itu orang disangkakan sebagai penerima. Sedangkan 18 orang lainnya sebagai pemberi suap. Dalam kasus ini KPK berhasil mengamankan barang bukti sebesar Rp362.500.000. “Uang ini diamankan di dua lokasi yangb berbeda,” ujar Alexander lagi.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X