• Senin, 18 Oktober 2021

Mengetahui Lebih Dalam Vaksin Sputnik-V, Obat Pencegah Covid 19 Buatan Russia

- Jumat, 3 September 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi Suntik Vaksin Covid 19 (Fatihin Rere/Newsmedia)
Ilustrasi Suntik Vaksin Covid 19 (Fatihin Rere/Newsmedia)

NEWSmedia -  Vaksin COVID-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya national Center of Epidemology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-s dan Ad5-S). vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang UEA dan bertanggungjawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia. 

Vaksin Sputnik-V digunakan dengan indikasi pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 untuk orang berusiaa 18 tahun keatas.

Vaksin diberikan secara injeksi intramuscular (IM) dengan dosis 0,5 mL untuk 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu. Vaksin ini termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu pada suhu -20֯ C ± 2 ֯ C. 

Baca Juga: Selain Komika, Ternyata Coki Pardede Pernah Jadi Pemain Film, Berikut Daftarnya

Menurut kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, Penny K. Lukito, sebagaimana proses pemberian UEA pada vaksin COVID-19 Sputnik-V telah melalui pengkajian secara intensif oleh Badan POM Bersama tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Penilaian terhadap data mutu vaksi ini juga telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional. 

Berdasarkan hasil kajian terkait dengan keamanannya, efek samping dari penggunaan Vaksin COVID-19 Sputnik-V merupakan efek samping dengan tingkat keparahan ringan atau sedang.

Baca Juga: Kamu Belum Menikah? Berikut 5 Hal Yang Harus di Persiapkan Sebelum Menikah Dengan Pasanganmu

Hasil ini dilaporkan pada uji klinik vaksin COVID-19 Sputnik-V (Gam-COVID-Vac) dan uji klinik vaksin lainnya dari teknologi platform yang sama. “efek samping pling umum yang dirasakan adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, mengigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertemia, atau reaksi local pada lokasi injeksi” jelas kepala Badan POM. 

“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6%- 95,2%)”, lanjut Kepala Badan POM. 

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Tags

Terkini

X