• Senin, 29 November 2021

Bupati Banjarnegara Atur Pemenang Tender ke Perusahaan Milik Keluarganya, Cek Harta Kekayaannya   

- Sabtu, 4 September 2021 | 15:39 WIB
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. (Foto: Instagram @budhisarwono)
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. (Foto: Instagram @budhisarwono)

Kedy Afandy, selaku tangan kanan Budhi Sarwono selalu diatur dan diarahkan  saat melakukan pembagian paket pekerjaan proyek.

“Yang nantinya akan dikerjakan oleh keluarga BS, yang tergabung dalam group BM. Pengambilan 10 persen dilakukan secara langsung atau melalui perantara KA,” ungkap Firli Bahuri, seraya mengatakan pada tahun 2017 pasca Pilkada tersangka sudah mengantongi Rp2,1 miliar dari setoran 10 persen itu.

Baca Juga: Prediksi Pemain dan Link Live Streaming BRI Liga 1, Sabtu 4 September 2021: PSIS Semarang vs Persela

Jika menilik profil lengkapnya, Budhi Sarwono dengan para pengusaha yang tergabung dalam asosiasi Gapensi bukanlah orang asing. Sebelum menjadi kepala daeran ia merupakan Direktur Utama PT Bumirejo Banjarnegara. Sebuah perusahaan yang merujuk ke inisial BM.

Dalam riwayat organisasinya, ia pernah menjadi Ketua Umum AABI, Dewan Penasehat GAPENSI Banjarnegara dan Ketua DPP PITI Indonesia.

Budhi Sarwono dikenal memiliki gaya hidup sederhana meskipun memiliki kekayaan berlimbah. Hal itu tertuang dalam fakta pelaporan harta kekayaanya Rp23 miliar lebih, namun tak memiliki kendaraan pribadi satupun.

Baca Juga: Mau Bikin Baso Keju ala Master Chef Indonesia di Televisi? Ikuti Langkahnya Berikut Ini

Dikutip dari laman elhkpkn.kpk.go.id, berdasarkan LHKPN KPK total harta kekayaan Budhi Sarwono mencapai Rp23.812.717.301. Disana dijelaskan Budhi Sarwono memiliki dua bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Banjarnegara senilai Rp1.292.495.014.

Dia juga memiliki harta bergerak lainnya Rp54.200.000, surat berharga Rp10.826.607.919, serta kas dan setara kas senilai Rp11.639.414.368. Namun pada catatan lain, Budhi diterangkan tidak memiliki alat transportasi dan memiliki utang piutang.

Dalam pernyataan akhir, Firli Bahuri menyatakan, tindak pidana korupsi para pejabat negara tidak berhenti pada satu kasus tindak pidana saja

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X