• Senin, 29 November 2021

Bagaimana Agama Islam Memandang Pesugihan? Apa Azab yang Akan Terjadi di Akhirat Nanti, Baca dengan Lengkap

- Rabu, 8 September 2021 | 10:55 WIB
Ilustrasi Pesugihan. (pixabay)
Ilustrasi Pesugihan. (pixabay)

NEWSmedia - Beberapa hari yang lalu media massa dihebohkan dengan adanya kasus congkel mata terhadap anak usia 6 tahun yang dilakukan satu keluarga di daerah Gowa Sulawesi selatan. Setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan ternyata alasan tindak pidana itu karena tuntutan dari pesugihan yang dijalaninya. 

Pesugihan secara umum adalah suatu cara untuk memperoleh kekayaan secara instan tanpa harus bekerja keras layaknya orang bekerja pada umumnya. Dalam prosesnya pesugihan biasanya bentuk kerjasama perjanjian antara manusia sebagai pelaku pesugihan dengan makhluk gaib,jin atau siluman.

Menurut infomasi yang berkembang dimasyarakat pesugihan ini tidaklah gratis melainkan memerlukan tumbal atau korban kepada pihak makhluk gaib sebagai pengganti atau barter untuk kekayaan.

Baca Juga: Mengenal Aliran Atheis, Agnostik, Theis dan Deis yang Belum Banyak Diketahui Dalam Kehidupan Beragama

Korban tumbal pesugihan berdasarkan permintaan sang makhluk gaib dan pihak manusia harus bisa memenuhinya.

Biasanya para pelaku pesugihan adalah orang-orang yang telah putus asa dalam kehidupannya mencari uang secara halal, dan sudah tertutup hatinya sehingga harus tega mengorbankan orang lain bahkan keluarga sendiri untuk dijadikan korban tumbal pesugihannya.

Bagaimana islam memaqndang pesugihan ini? Dalam Islam sudah jelas bahwa praktek pesugihan adalah perbuatan haram, karena lebih percaya terhadap kekuatan syaitan dibanding kekuatan Allah swt. Praktek pesugihan merupakan perlakuan syirik, karena menyekutukan Allah, meminta kepada selain Allah. Yang melakukan perbuatan syirik disebut musyrik. 

Dalam hal ini, Allah menegaskan dalam QS. Al-An’am: 162;

                                                                                 قُلْ إنَّ صَلاَ تِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Sumber: Al - Bahjah TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X