• Senin, 18 Oktober 2021

Setelah Fotonya Diunggah Hotman Paris, Dua Emak-emak yang Diancam 7 Tahun Penjara Akhirnya Bebas

- Rabu, 8 September 2021 | 20:24 WIB
Jajaran Kepolisian Polres Blitar menyampaikan keterangan proses damai antara emak emak pencuri susu dengan pemilik toko. (Foto: Instagram @andreli48)
Jajaran Kepolisian Polres Blitar menyampaikan keterangan proses damai antara emak emak pencuri susu dengan pemilik toko. (Foto: Instagram @andreli48)

NEWSmedia – Postingan Hotman Paris Hutapea yang menyoroti kasus dua emak-emak di Blitar ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam unggahannya, Hotman Paris mengajak netizen minta beramai-ramai minta maaf kepada pemiliki toko, agar kedua emak-emak itu bisa bebas. Pasalnya, keduanya mencuri karena terhimpit ekonomi.

Sakti. 15 jam kemudian, dua wanita yang sudah mengenakan seragam tahanan itu akhirnya berhasil menghirup udara bebas. Keduanya dibebaskan setelah pihak kepolisian melakukan mediasi dengan pemilik toko.

Baca Juga: Syarat Naik KRL Terbaru: Harus Punya Sertifikat Vaksin, Minimal Dosis Pertama

Polres Blitar melakukan mediasi dengan korban, hingga bersedia mencabut laporan terhadap dua ibu yakni MRS (55) dan YLT (29), warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut.

“Masih ingat kisah dua Ibu di Blitar yang terancam hukuman 7 tahun penjara karena mencuri susu dan minyak kayu putih demi anaknya. Alhamdulillah siang ini kedua ibu tersebut bebas karena dari kedua belah pihak sepakat berdamai dan pelapor bersedia memaafkan apa yang telah dilakukan kedua ibu tersebut,” ujar akun instagram @andreli48.

Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan pihak kepolisian berupaya melakukan upaya damai untuk memenuhi harapan dan rasa keadilan masyarakat. Mediasi pun berhasil.

Baca Juga: Kemenkumham Bentuk Tim Khusus untuk Bantu Tangani Korban Kebakaran Hingga Dimakamkan

Pemilik toko di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Blitar, akhirnya memaafkan MRS dan YLT, setelah aparat kepolisian membeberkan alasan pencurian yang dilakukan karena terdesak kebutuhan.

Korban berbesar hati mau memaafkan perbuatan keduanya. Clear, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah hukum ini secara damai.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X