• Senin, 18 Oktober 2021

Aturan Baru, Debt Collector Sah Mengambil Kendaraan yang Menunggak Kredit

- Kamis, 9 September 2021 | 10:45 WIB
ilustrasi. (Foto: Repro https://sugalilawyer.com)
ilustrasi. (Foto: Repro https://sugalilawyer.com)

NEWSmedia - Banyaknya kasus "kekerasan" yang dilakukan pihak ketiga dalam hal ini Debt Collector kepada masyarakat yang menunggak angsuran kendaaan baik roda dua maupun roda empat mendapatkan banyak perhatian.

Pasalnya perlakukan Debt Collector eksternal atau umumnya disebut Mata Elang dipandang sebagai tindakan pidana seperti perampasan kendaraan dijalan yang membuat pekerjaan ini dipandang negatiif oleh masyarakat.

Saat ini masalah tersebut memasuki babak baru pasca dikabulkannya judicial review terkait dengan aturan leasing yang menyerahkan kepada pihak ketiga untuk menangani kasus gagal angsuran bagi pemilik kendaraan yang menunggak.

Baca Juga: Update Terbaru Higgs Domino Versi V1.74, Berikut Cara Downloadnya, Resmi!

Beberapa pasal di kasus mata elang atau debt collector eksternal yang disewa leasing kerap dinilai meresahkan jika mengeksekusi kendaraan di jalanan.

Secara aturan apakah hal tersebut dibolehkan jika tetap dilakukan? Berikut ini putusan terbaru Mahkhamah Konstitusi soal aturan lembaga leasing boleh melakukan penyitaan di luar pengadilan.

Mahkamah Konsititusi (MK) pada 31 Agustus lalu, menyatakan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri hanya sebuah alternatif. Jika tidak dicapai kesepakatan atas wanprestasi yang dilakukan oleh kreditur kendaraan.

Baca Juga: Setelah Fotonya Diunggah Hotman Paris, Dua Emak-emak yang Diancam 7 Tahun Penjara Akhirnya Bebas

Keputusan itu akhirnya menjadi angin segar bagi industri pembiayaan, karena mereka kini mendapat kepastian terkait proses penyitaan secara langsung barang yang kreditnya dinilai bermasalah atau menunggak angsuran.

Dengan landasan dari keputusan MK tersebut, jika di awal kreditur dan debitur sepakat dengan penyitaan jika ada masalah bagi kedua belah pihak, proses eksekusi tak perlu lagi dilakukan melalui pengadilan.

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X