• Rabu, 19 Januari 2022

Aturan Baru, Debt Collector Sah Mengambil Kendaraan yang Menunggak Kredit

- Kamis, 9 September 2021 | 10:45 WIB
ilustrasi. (Foto: Repro https://sugalilawyer.com)
ilustrasi. (Foto: Repro https://sugalilawyer.com)

NEWSmedia - Banyaknya kasus "kekerasan" yang dilakukan pihak ketiga dalam hal ini Debt Collector kepada masyarakat yang menunggak angsuran kendaaan baik roda dua maupun roda empat mendapatkan banyak perhatian.

Pasalnya perlakukan Debt Collector eksternal atau umumnya disebut Mata Elang dipandang sebagai tindakan pidana seperti perampasan kendaraan dijalan yang membuat pekerjaan ini dipandang negatiif oleh masyarakat.

Saat ini masalah tersebut memasuki babak baru pasca dikabulkannya judicial review terkait dengan aturan leasing yang menyerahkan kepada pihak ketiga untuk menangani kasus gagal angsuran bagi pemilik kendaraan yang menunggak.

Baca Juga: Update Terbaru Higgs Domino Versi V1.74, Berikut Cara Downloadnya, Resmi!

Beberapa pasal di kasus mata elang atau debt collector eksternal yang disewa leasing kerap dinilai meresahkan jika mengeksekusi kendaraan di jalanan.

Secara aturan apakah hal tersebut dibolehkan jika tetap dilakukan? Berikut ini putusan terbaru Mahkhamah Konstitusi soal aturan lembaga leasing boleh melakukan penyitaan di luar pengadilan.

Mahkamah Konsititusi (MK) pada 31 Agustus lalu, menyatakan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri hanya sebuah alternatif. Jika tidak dicapai kesepakatan atas wanprestasi yang dilakukan oleh kreditur kendaraan.

Baca Juga: Setelah Fotonya Diunggah Hotman Paris, Dua Emak-emak yang Diancam 7 Tahun Penjara Akhirnya Bebas

Keputusan itu akhirnya menjadi angin segar bagi industri pembiayaan, karena mereka kini mendapat kepastian terkait proses penyitaan secara langsung barang yang kreditnya dinilai bermasalah atau menunggak angsuran.

Dengan landasan dari keputusan MK tersebut, jika di awal kreditur dan debitur sepakat dengan penyitaan jika ada masalah bagi kedua belah pihak, proses eksekusi tak perlu lagi dilakukan melalui pengadilan.

Hal itu bisa dilakukan dengan perjanjian atau kesepakatan untuk melanjutkan kredit atau menyerahkan barang atau kendaraan yang menjadi objek sita.

Baca Juga: Kode Redeem FF 1 Menit yang Lalu, Rilis 9 September 2021, Segera Klaim dan Ambil Hadiahnya!

Putusan MK Nomor 2/PUU-XIX/2021 tepatnya, pada halaman 83 paragraf 3.14.3. menyebutkan, untuk debitur yang mengakui ada wanprestasi, bisa menyerahkan sendiri objek jaminan fidusia kepada kreditur.

Akan tetapi, eksekusi juga bisa dilakukan langsung oleh kreditur jika debitur mengakui ada wanprestasi dalam artian menunggak pembayaran yang telah disepakati dalam waktu tertentu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca 9 September 2021: Dampak Siklon Tropis, Pulau Jawa Diprediksi Hujan Sedang

Sebelumnya Joshua Michael Djami yang merupakan karyawan di perusahaan leasing dengan jabatan kolektor internal, mengajukan permohonan uji materi terhadap Pasal 15 Ayat 2 UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Saat itu dia meminta kejelasan hukum tentang proses eksekusi objek jaminan fidusia.

"Pegawai perusahaan pembiayaan dengan jabatan kolektor internal dengan sertifikasi profesi di bidang penagihan meminta kejelasan terkait proses eksekusi objek jaminan fidusia. Permohonan uji materi tersebut merupakan buntut putusan MK nomor 18/PUU-XVII/2-2019," begitu bunyi putusan MK yang dibacakan sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Emak-emak Pencuri Susu, Atta Halilintar: Saya Ikut Bang Hotman

Kasus terbaru

Setelah Mahkamah Konsititusi (MK) pada 31 Agustus lalu, menyatakan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri hanya sebuah alternatif jika tidak dicapai kesepakatan kedua belah pihak.

Keputusan itu akhirnya menjadi angin segar bagi industri pembiayaan (leasing). Putusan tersebut nampaknya akan menambah panjang daftar "kekerasan" di jalan seperti yang viral pada Selasa, 7 September 2021, di mana "mata elang" berani mengeksekuasi motor yang dinilai macet dalam pembayaran.

Mata elang atau debt collector eksternal, merampas sepeda motor pengemudi ojek online (ojol) yang sedang bekerja jalan Meruya Ilir, Jakarta Barat. Perampasan ini pun viral di sosial media yang diketahui terjadi pada Senin siang 6 September 2021.

Baca Juga: Setelah Fotonya Diunggah Hotman Paris, Dua Emak-emak yang Diancam 7 Tahun Penjara Akhirnya Bebas

Pada tayangan video tersebut, seorang driver ojol itu berusaha mengambil sepeda motornya yang dirampas mata elang. Korban yang memegang bagian belakang motor sampai terseret bergelayutan saat mempertahankan kendaraannya.

Akhirnya dengan dibantu pengendara ojek online lainnya dan juga warga, debt collector yang merampas sepeda motor ditangkap setelah sebelumnya diamuk warga.***

Baca Juga: Ari Lasso Sempat Pendarahan Hebat saat Operasi Angkat Limpa Dan Tumor

 

 

 

 

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X