• Kamis, 21 Oktober 2021

Saat Tahu Ada Kasus Pelecehan di Kantornya, Ketua KPI: Gue Gebrak Meja Bro

- Kamis, 9 September 2021 | 14:47 WIB
Ketua KPI Pusat Agung Suprio. (Foto: Tangkap Layar You Tube Chanel Dedy Corbuzie r )
Ketua KPI Pusat Agung Suprio. (Foto: Tangkap Layar You Tube Chanel Dedy Corbuzie r )

NEWSmedia – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat tengah disorot. Dua isu nasional menjadi beban komisi itu. Belum selesai kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan di internal KPI Pusat, datang lagi soal Saipil Jamil.  

Ketua KPI Agung Suprio mengaku jengkel saat pertama kali dapat kabar tentang adanya dugaan pelecehan di ligkungan kerjanya. Saking kesalnya ia sampai menggebrak meja.

Dalam tayangan podcastnya, Deddy Cirbuzier menyinggung soal beberapa kinerja KPI yang kemudian menimbulkan kontroversi mulai dari Saipul Jamil sampai kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kantor KPI Pusat sendiri.

Baca Juga: 11 Link Download Twibbon Hari Olahraga Nasional 2021, Cocok Buat Diposting di Medsos

Kepada Deddy, Agung mengatakan melihat glorifikasi Saipul Jamil  disejumlah televisi yang dielu-elukan bagai pahlawan, dirinya seolah ingin muntah. Lalu Deddy pun menyinggung kasus yang terjadi di kantornya.

“Apakah anda  sebagai Ketua KPI juga akan muntah jika terjadi pelecehan seksual di kantor anda? Tanya Deddy.

“Tanggal 1 September sore gue inget, gue baca pesan surat dari korban. Itu gue langsung gebrak meja bro di kantor. Sampe mejanya tuh retak sanking jengkelnya gue. Gue ngerasa kaya gue dijatuhi bom Hiroshima nagasaki di kepala bro,” jawab Ketua KPI Agung Suprio, saat menjadi tamu dalam tayangan Podcat Deddy Corbuzier, Kamis 9 September 2021.

Baca Juga: Bioskop Trans TV Kamis 9 September 2021: Acts Of Violence, Rings dan Outcast, Berikut Sinopsisnya

Selanjutnya Agung juga menjelaskan bagaimana kronologi kejadian kasus pelecehan tersebut.

Menurutnya, kasus itu terjadi tahun 2015 dimana saat itu bukan masa kepemimpinannya. Sedangkan kasus bullyngnya sendiri terjadi antara tahun 2012 hingga 2014. Tapi kasus pelecehan seksual terhadap korban MS, terulang dua tahun setelahnya.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X