• Rabu, 1 Desember 2021

Saat Tahu Ada Kasus Pelecehan di Kantornya, Ketua KPI: Gue Gebrak Meja Bro

- Kamis, 9 September 2021 | 14:47 WIB
Ketua KPI Pusat Agung Suprio. (Foto: Tangkap Layar You Tube Chanel Dedy Corbuzie r )
Ketua KPI Pusat Agung Suprio. (Foto: Tangkap Layar You Tube Chanel Dedy Corbuzie r )

NEWSmedia – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat tengah disorot. Dua isu nasional menjadi beban komisi itu. Belum selesai kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan di internal KPI Pusat, datang lagi soal Saipil Jamil.  

Ketua KPI Agung Suprio mengaku jengkel saat pertama kali dapat kabar tentang adanya dugaan pelecehan di ligkungan kerjanya. Saking kesalnya ia sampai menggebrak meja.

Dalam tayangan podcastnya, Deddy Cirbuzier menyinggung soal beberapa kinerja KPI yang kemudian menimbulkan kontroversi mulai dari Saipul Jamil sampai kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kantor KPI Pusat sendiri.

Baca Juga: 11 Link Download Twibbon Hari Olahraga Nasional 2021, Cocok Buat Diposting di Medsos

Kepada Deddy, Agung mengatakan melihat glorifikasi Saipul Jamil  disejumlah televisi yang dielu-elukan bagai pahlawan, dirinya seolah ingin muntah. Lalu Deddy pun menyinggung kasus yang terjadi di kantornya.

“Apakah anda  sebagai Ketua KPI juga akan muntah jika terjadi pelecehan seksual di kantor anda? Tanya Deddy.

“Tanggal 1 September sore gue inget, gue baca pesan surat dari korban. Itu gue langsung gebrak meja bro di kantor. Sampe mejanya tuh retak sanking jengkelnya gue. Gue ngerasa kaya gue dijatuhi bom Hiroshima nagasaki di kepala bro,” jawab Ketua KPI Agung Suprio, saat menjadi tamu dalam tayangan Podcat Deddy Corbuzier, Kamis 9 September 2021.

Baca Juga: Bioskop Trans TV Kamis 9 September 2021: Acts Of Violence, Rings dan Outcast, Berikut Sinopsisnya

Selanjutnya Agung juga menjelaskan bagaimana kronologi kejadian kasus pelecehan tersebut.

Menurutnya, kasus itu terjadi tahun 2015 dimana saat itu bukan masa kepemimpinannya. Sedangkan kasus bullyngnya sendiri terjadi antara tahun 2012 hingga 2014. Tapi kasus pelecehan seksual terhadap korban MS, terulang dua tahun setelahnya.

Dikatakan Agung, korban adalah pegawai di bagian visual data yang bertugas mengedit dan memantau waktu pemantauan penyiaran. Setelah mendengar laporan tentang kasus ini, pihaknya bertindak dengan melakukan propictim yang artinya mendampingi korban.

Baca Juga: Persib Bandung Rilis Jersey Away Jelang Tandang Hadapi Persita Tangerang BRI Liga 1 2021

“Jadi ada komisioner yang mendampingi korban saat itu juga, lalu mendampingi korban ke kepolisian,” kata Agung.

Diketahui, kasus perundungan dan pelecehan di KPI Pusat. Salah seorang pegawai berinisial MS menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual yang pengakuannya diunggah di media sosial pada 1 September 2021.

MS mengaku sebagai korban aksi pelecehan seksual dan bullying yang dilakukan sejumlah orang di kantor KPI Pusat, tempatnya bekerja.

Baca Juga: 8 Tanda Seseorang Memiliki Sifat Ambivert atau Mudah Berubah Emosi antara Terbuka dan Tertutup

Dalam pengakuanynya, MS telah menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh tujuh orang, dan pelakunya adalah pria antar pria.

Perlakuan tersebut telah terjadi selama 10 tahun di tempat korban bekerja. Korban merasakan trauma atas perlakuan tak pantas dari para pelaku.***

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X