• Kamis, 21 Oktober 2021

Dilarang Mendampingi Korban dalam Pemeriksaan Internal, Kuasa Hukum MS Merasa Dilecehkan KPI

- Kamis, 9 September 2021 | 15:25 WIB
Suasana kerja para pegawai KPI Pusat. (Foto: Repro http://www.kpi.go.id)
Suasana kerja para pegawai KPI Pusat. (Foto: Repro http://www.kpi.go.id)

NEWSmedia – Dugaan pelecehan seksual dan perundungan di tubuh KPI Pusat masih terus menggelinding bagai bola salju. Silang pendapat dan kontroversi antar pihak masih terus berlanjut.

Disatu sisi, KPI mengaku sudah melakukan berbagai langkah dalam penanganan kasus dugaan seksual dan perundungan terhadap MS. Termasuk memberhentikan sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku.

Namun disisi lain, KPI juga dianggap tidak profesional, dengan adanya larangan pendampingan oleh kuasa hukum korban saat dilakukan pemeriksaan internal. Bahkan para advocat yang diketuai oleh Mehbob tersebut, mengaku merasa dilecehkan oleh KPI.

Baca Juga: 11 Link Download Twibbon Hari Olahraga Nasional 2021, Cocok Buat Diposting di Medsos

Hal ini terungkap dalam tayangan Mata Nazwa, yang video Youtube nya diunggah Kamis 9 September 2021. Menurut Mehbob, salah satu langkah KPI dalam menanggapi korban MS, adalah memeriksa MS secara internal.

Dalam pemeriksaan itu, KPI melarang untuk didampingi oleh kuasa hukum korban. Hal itu membuat Mehbob selaku koordinator pengacara dari MS merasa kecewa. Bahkan sebagai advocat merasa dilecehkan

”Ini sebetulnya sangat melecehkan buat kami sebagai seorang advokat, karna advokat dalam undang-undang adalah sebagai penegak hukum,” kata Mehbob kea Nazwa Sihab, tuan rumah Mata Nazwa.Konas HAM

Baca Juga: Persib Bandung Rilis Jersey Away Jelang Tandang Hadapi Persita Tangerang BRI Liga 1 2021

Adanya pelarangan itu, Najwa pun penasaran, dan bertanya apa alasan KPI melarang korban didampingi kuasa hukum.

“Adakah alasan kenapa kemudian anda dilarang mendampingi klien anda,” tanya Nazwa.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X