• Rabu, 19 Januari 2022

Korban Pelecehan Seksual KPI Alami Trauma, Divonis Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

- Kamis, 9 September 2021 | 15:57 WIB
Kuasa Hukum MS, Mehbob (ANTARA/ Genta Tenri Mawangi)
Kuasa Hukum MS, Mehbob (ANTARA/ Genta Tenri Mawangi)

NEWSmedia - Adanya dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menimbulkan banyak perhatian publik.

Terutama soal tindak penanganan pihak berwajib, baik polisi maupun pihak KPI Pusat terkait kondisi korban saat ini.

“Kondisi Klien kami secara fisik memang baik, tetapi secara psikis mereka sangat terganggu, di mana kestabilan tentang emosional dan traumatik dan ketakutan itu masih kelihatan," kata Koordinator Pengacara MS, Mehbob dikutip NEWSmedia dari kanal YouTube Mata Najwa pada Kamis, 9 September 2021.

Baca Juga: Dilarang Mendampingi Korban dalam Pemeriksaan Internal, Kuasa Hukum MS Merasa Dilecehkan KPI

Ia menjelaskan, setelah kasus pelecehan seksual di KPI ini viral, para korban kemudian justru merasa takutnya semakin parah.

Menurut Mehbob, dari beberapa tahun selama aksi itu berlangsung korban merasa sangat dilecehkan atas perilaku tersebut.

"Pada waktu ia diperundung dari 2021-2014 itu, dia betul-betul merasa dilecehkan oleh para terlapor itu. Sampai mengganggu mental dia," ucapnya.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di KPI Pusat, Korban Berikan Bukti ke Komnas HAM

Lebih parahnya, kuasa hukum MS ini juga menjelaskan bahwa MS seringkali mengalami gangguan psikis, bahkan saat korban tidur sampai teriak-teriak dan terus menerus.

Mehbob mengatakan karena kondisinya ini, MS akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pelni karena gangguan yang mulai menyerang fisiknya.

"Dia sempat berobat di Rumah Sakit Pelni karena dia mulai terganggu kesehatannya karena lambungnya itu selalu sakit, sehingga akhirnya berobat dan di endoskopi dan hasilnya cairan hiepertensinya naik. Itu akibat taruma dan stress” ujarnya.

Baca Juga: Pernyataan Resmi KPI Pusat Terkait Kasus Pelecehan Seksual Pegawainya, Pelaku Telah Dibebastugaskan

Namun, setelah berobat di Rumah Sakit Pelni, korban tak kunjung sembuh. Kemudian ia membawanya ke Rumah Sakit Sumber waras dan bertemu Psikiater.

"Kemudian membawanya lagi ke seorang Psikolog di Taman Sari, hasil dari psikolog ini ia di vonis PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)" kata Mehbob.***

Halaman:
1
2

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X