• Senin, 18 Oktober 2021

Apa Itu PTSD Post Traumatic Stress Disorder yang Dialami Pegawai KPI Pusat? Simak Penjelasan Berikut Ini

- Kamis, 9 September 2021 | 17:12 WIB
Ilustrasi. (Photo by Amirmohammad Taheri from Pexels)
Ilustrasi. (Photo by Amirmohammad Taheri from Pexels)

NEWSmedia - Kasus pelecehan seksual dan perundungan (bullying) di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat sedang ramai diperbincangkan. Pegawai yang menjadi korban pelecehan dan perundungan itu disebut mengalami PTSD yakni Post Traumatic Stress Disorder.

KPI Pusat kini sedang menjadi sorotan, bukan karena tugasnya dalam mengawasi konten penyiaran, melainkan kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami salah seorang pegawai oleh pegawai lain di lingkungan kerja KPI pusat.

Korban berinisial MS mengaku mengalami aksi pelecehan seksual dan bullying yang dilakukan sejumlah orang di kantor KPI Pusat.

Tindakan itu dilakukan secara beramai-ramai oleh tujuh orang pegawai pria, dan telah terjadi selama 10 tahun selama korban bekerja. Atas perlakuan itu, korban merasakan trauma.

Baca Juga: Pernyataan Resmi KPI Pusat Terkait Kasus Pelecehan Seksual Pegawainya, Pelaku Telah Dibebastugaskan

Kuasa hukum MS, Mehbob mengatakan secara psikis sangat terganggu. Setelah dibawa ke rumah sakit tak kunjung sembuh, MS akhirnya ditangani seorang Psikolog di Taman Sari Jakarta.

Hasilnya MS dinyatakan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Simak berita terkait di sini.

Selanjutnya mari kita bahas tentang trauma PTSD yang dialami oleh korban.

PTSD kepanjangan dari Post Traumatic Stress Disorder dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan gangguan stres pasca-trauma.

Biasanya gangguan stres pasca-trauma ini dialami setelah seseorang tersebut menyaksikan atau terlibat dalam peristiwa traumatis seperti kebakaran, kecelakaan serius, pelecehan seksual atau sejenisnya.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X