• Rabu, 8 Desember 2021

Apa Itu PTSD Post Traumatic Stress Disorder yang Dialami Pegawai KPI Pusat? Simak Penjelasan Berikut Ini

- Kamis, 9 September 2021 | 17:12 WIB
Ilustrasi. (Photo by Amirmohammad Taheri from Pexels)
Ilustrasi. (Photo by Amirmohammad Taheri from Pexels)

NEWSmedia - Kasus pelecehan seksual dan perundungan (bullying) di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat sedang ramai diperbincangkan. Pegawai yang menjadi korban pelecehan dan perundungan itu disebut mengalami PTSD yakni Post Traumatic Stress Disorder.

KPI Pusat kini sedang menjadi sorotan, bukan karena tugasnya dalam mengawasi konten penyiaran, melainkan kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami salah seorang pegawai oleh pegawai lain di lingkungan kerja KPI pusat.

Korban berinisial MS mengaku mengalami aksi pelecehan seksual dan bullying yang dilakukan sejumlah orang di kantor KPI Pusat.

Tindakan itu dilakukan secara beramai-ramai oleh tujuh orang pegawai pria, dan telah terjadi selama 10 tahun selama korban bekerja. Atas perlakuan itu, korban merasakan trauma.

Baca Juga: Pernyataan Resmi KPI Pusat Terkait Kasus Pelecehan Seksual Pegawainya, Pelaku Telah Dibebastugaskan

Kuasa hukum MS, Mehbob mengatakan secara psikis sangat terganggu. Setelah dibawa ke rumah sakit tak kunjung sembuh, MS akhirnya ditangani seorang Psikolog di Taman Sari Jakarta.

Hasilnya MS dinyatakan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Simak berita terkait di sini.

Selanjutnya mari kita bahas tentang trauma PTSD yang dialami oleh korban.

PTSD kepanjangan dari Post Traumatic Stress Disorder dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan gangguan stres pasca-trauma.

Biasanya gangguan stres pasca-trauma ini dialami setelah seseorang tersebut menyaksikan atau terlibat dalam peristiwa traumatis seperti kebakaran, kecelakaan serius, pelecehan seksual atau sejenisnya.

Baca Juga: Beredar Dokumen Sertifikat Vaksin Tertua Tahun 1721 dan Klaim Vaksin Pertama di Dunia, Cek Faktanya

Ciri-ciri umumnya seseorang dengan PTSD memiliki pikiran dan kenangan menakutkan yang terus menerus dan canggung serta mengalami mati rasa secara emosional terutama dengan orang-orang yang dekat dengan mereka.

Para penderita PTSD ini biasanya akan mengalami flashback atau kilas balik atau ingatan-ingatan yang mengganggu dan bahkan mimpi buruk tentang kejadian yang membuat mereka trauma. Mereka juga umumnya mengalami masalah tidur, depresi, mati rasa dan mudah terkejut atau kagetan.

Kecenderungan orang yang mengalami PTSD mereka akan kehilangan minat pada hobi, sulit memberikan afeksi, mudah tersinggung, dan agresif serta dapat melakukan kekerasan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Tentang Self Love Dalam Kehidupan Sehari-hari

Apabila mereka menyaksikan hal-hal yang membuat mereka teringat dengan insiden yang membuat mereka trauma, maka akan sangat merasa tertekan. Hal ini akan membuat mereka menjauhi tempat-tempat yang berpotensi akan mengingat kembali dengan memori tersebut.

Namun tidak semua trauma itu masuk kategori PTSD. Untuk bisa dikategorikan dalam PTSD seseorang tersebut harus memiliki gejala-gejala yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Gejala-gejala tersebut umumnya terjadi dalam rentang waktu 3 bulan setelah kejadian traumatis tersebut dan akan berbeda-beda bagi setiap orang.

Ada yang bisa sembuh setelah 6 bulan ada juga yang mengalami gejala tersebut secara terus menerus dan bahkan bertahun-tahun baru kemudian orang tersebut bisa dibilang penderita PTSD.

Baca Juga: 8 Tanda Seseorang Memiliki Sifat Ambivert atau Mudah Berubah Emosi antara Terbuka dan Tertutup

Apa saja yang bisa menyebabkan trauma? Yaitu yang pertama adanya tindak kekerasan contohnya pemerkosaan, serangan fisik, KDRT, penculikan, atau kekerasan yang terjadi karena kegiataan militer.

Kedua, karena bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, tornado, badai besar. Ketiga adalah kecelakaan yang menyebabkan cedera besar dan kematian. Keempat yaitu karena kepergian seseorang yang sangat dicintai atau sangat dekat.

Cara mengobati PTSD bisa dengan mengikuti psikoterapi kelompok, terapi prilaku kognitif, terapi EMDR, dan hipnoterapi. Obat-obatan yang umumnya disarankan oleh penderita PTSD adalah antidepressant dan antipsikotik***

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X