• Rabu, 8 Desember 2021

Apakah PTSD Bisa Sembuh? Berikut Penjelasan, Contoh Kasus PTSD dan Cara Mengobatinya

- Kamis, 9 September 2021 | 17:05 WIB
Ilustrasi PDST (Pixabay/ StockSnap)
Ilustrasi PDST (Pixabay/ StockSnap)

NEWSmedia - Belakangan sedang ramai kasus pelecehan seksual yang dialami oleh MS di lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Koordinator Pengacara MS, Mehbob mengatakan bahwa saat ini, korban MS mengalami trauma dan divonis PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).

Lalu apa yang dimaksud dengan PTS? Apakah gejal itu bisa sembuh? Simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Korban Pelecehan Seksual KPI Alami Trauma, Divonis Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD kepanjangan dari Post Traumatic Stress Disorder dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Gangguan Stress Paska Trauma.

Perlu diketahui, penyebab dari PTSD ini dialami setelah seseorang menyaksikan atau terlibat dalam peristiwa traumatis seperti kebakaran, kecelakaan serius, pelecehan seksual atau sejenisnya.

Ciri-ciri umumnya, seseorang dengan PTSD memiliki pikiran dan kenangan menakutkan yang membuatnya terus menerus dan canggung serta mengalami mati rasa secara emosional terutama dengan orang-orang yang dekat dengan mereka.

Baca Juga: Dilarang Mendampingi Korban dalam Pemeriksaan Internal, Kuasa Hukum MS Merasa Dilecehkan KPI

Para penderita PTSD ini biasanya akan mengalami flashback atau kilas balik dan ingatan-ingatan yang mengganggu dan bahkan mimpi buruk tentang kejadian yang membuat mereka trauma.

Mereka juga umumnya mengalami masalah tidur, depresi, mati rasa dan mudah terkejut atau sering kagetan.

Kecenderungan orang yang mengalami PTSD, mereka akan kehilangan minat pada hobi, sulit memberikan afeksi, mudah tersinggung, dan agresif serta dapat melakukan kekerasan.

Baca Juga: Pernyataan Resmi KPI Pusat Terkait Kasus Pelecehan Seksual Pegawainya, Pelaku Telah Dibebastugaskan

Apabila mereka menyaksikan hal-hal yang membuat mereka teringat dengan insiden yang membuat mereka trauma, maka mereka akan sangat merasa tertekan.

Hal ini akan membuat mereka menjauhi tempat-tempat yang berpotensi akan mengingat kembali dengan memori tersebut.

Perlu diketahui juga, tidak semua trauma itu PTSD, untuk bisa dikategorikan dalam PTSD, seseorang tersebut harus memiliki gejala-gejala yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di KPI Pusat, Korban Berikan Bukti ke Komnas HAM

Gejala-gejala tersebut umumnya terjadi dalam rentang waktu 3 bulan setelah kejadian traumatis dan akan berbeda-beda bagi setiap orang.

Ada yang bisa sembuh setelah 6 bulan, ada juga yang mengalami gejala tersebut secara terus menerus dan bahkan bertahun-tahun baru kemudian orang tersebut bisa dibilang penderita PTSD.

Apa saja yang bisa menyebabkan trauma? Yaitu yang pertama adanya tindak kekerasan, contohnya pemerkosaan, serangan fisik, KDRT, penculikan, atau kekerasan yang terjadi karena kegiataan militer.

Baca Juga: Saat Tahu Ada Kasus Pelecehan di Kantornya, Ketua KPI: Gue Gebrak Meja Bro

Yang kedua karena bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, tornado, badai besar dan lain sebagainya.

Yang ketiga adalah kecelakaan yang menyebabkan cedera besar dan kematian. Keempat yaitu karena kepergian seseorang yang sangat dicintai atau sangat dekat.

Cara mengobati PTSD bisa dengan mengikuti psikoterapi kelompok, terapi prilaku kognitif, terapi EMDR, dan hipnoterapi.

Obat-pbatan yang umumnya disarankan oleh penderita PTSD adalah antidepressant dan antipsikotik.***

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Sumber: Beragam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X