• Kamis, 2 Desember 2021

Indonesia Mendapatkan Bantuan 500 Ribu Dosis Vaksin Astra Zeneca dari Australia

- Jumat, 10 September 2021 | 09:30 WIB
Ilustrasi Vaksin
Ilustrasi Vaksin

NEWSmedia - Indonesia dan Australia melakukan kerjasama berbagi vaksin atau (dose-sharing), dalam program ini Indonesia kembali mendapatkan bantuan Australia sebanyak 500ribu dosis vaksin Astra Zeneca.

Hal ini dilakukan untuk menurunkan tingkat wabah Covid19 yang melanda indonesia, dengan harapan seluruh warga Indonesia dapat divaksin dan tercipta Herd Immunity atau kekebalan kelompok dalam satu wilayah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 8 September 2021, sebanyak 69.194.539 penduduk Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama. Baik yang menggunakan Astra Zeneca, Cinovac, Moderna dan juga vaksin merk lain.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kota Serang Jumat 10 September 2021, Lengkap dengan Syarat, Biaya dan Lokasinya

Berdasarkan keterangan resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), AstraZeneca memiliki tingkat efikasi 63,09 sampai 70persen, bahkan pihak Astra sendiri mengklaim penggunaan vaksin AstraZeneca ini dapat mencegah efek terkena vaksin dengan gejala berat hingga 100 persen.

Namun, apa saja efek samping yang mungkin dirasakan oleh penerima vaksin AstraZeneca pasca disuntukan kedalam tubuh?

Baca Juga: Asrama Haji Banten Jangan Dikelola Sambilan, Komisi VIII DPR: Pengelolaannya Harus Profesional

Dilansir dari situs WHO dijelaskan, penerima vaksin AstraZeneca mungkin akan merasakan efek ringan hingga sedang setelah menerima suntikan.

Efek tersebut di antaranya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa sakit di sekitar titik penyuntikan, dan kelelahan.

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Dikabarkan Koma di RSPP, Hersubeno Arief Ungkap WA Dokter Kabar itu Valid 1.000 Persen

"Semua ini adalah indikasi normal bahwa tubuh sedang melakukan proteksi, sehingga diharapkan saat vaksin Covid19 datang tubuh siap dan tidak akan mendapatkan gejala apapun." Sebut WHO dalam keterangannya.

WHO juga mencatat sejumlah efek samping yang jarang ditemukan namun cukup serius seperti penggumpalan darah disertai turunnya trombosit darah. Hal ini yang sempat memicu adanya penolakan oleh sebagian masyarakat yang menggunakan vaksin tersebut, apalagi bagi pasien dengan penyakit bawaan atau komorbid .

Namun, jangan khawatir, kasus penggumpalan darah dan penurunan trombosit terbilang sangat jarang terjadi.

Berdasarkan keterangan WHO, kasus tersebut terjadi pada 4-6 orang dari setiap 1 juta orang yang menerima vaksin AstraZeneca.

Baca Juga: Peringati Haornas 2021, Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi Raih Penghargaan Olahraga, Ini Alasannya

Selain itu, penggumpalan darah dan turunnya trombosit kerap disebabkan oleh faktor lain dan tidak secara langsung disebabkan oleh vaksin AstraZeneca.

"Manfaat dari vaksin AstraZeneca jauh lebih besar dibandingkan risiko penggumpalan darah. Selain menjaga dari kematian akibat Covid-19, AstraZeneca juga bisa mencegahmu menderita Covid19 berkepanjangan atau Long Covid19," kata WHO.***

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X