• Kamis, 21 Oktober 2021

Hari ini Tepat 37 Tahun Lalu, Pecah Kerusuhan Berdarah di Tanjung Priuk Bagaimana Ceritanya?

- Minggu, 12 September 2021 | 09:00 WIB
Foto Saat Moment Kerusuhan Tanjung Priuk
Foto Saat Moment Kerusuhan Tanjung Priuk

 

NEWSmedia12 September 1984, tanggal terjadinya Tragedi Tanjung Priok, sebuah kerusuhan yang melanggar ham yang diprovokasi oleh pihak  TNI saat itu dipanggil ABRI.

12 September merupakan sebuah hari kelam dalam sejarah Indonesia. Sebuah kerusuhan yang menewaskan lebih dari 400 orang itu terjadi dengan runtutan kejadian yang penuh dengan sikap arogan dan egoisme.

Cerita ini berawal saat tanggal 7 September, seorang Babinsa beragama Katolik, Sersan Harmanu datang ke Musholla As-Sa’adah yang terletak di gang IV Koja, Tanjung Priok untuk memperingatkan warga disana untuk mencabut pamflet yang berisi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh umat muslim saat itu.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Kue Kepang Manis ala Devina Hermawan

Pamflet itu juga berisi agenda ceramah untuk tanggal 12 September 1984. Hal ini memicu kemarahan jamaah musholla dan tak menghiraukannya.

Pada 8 September, Sersan Harmanu dan rekannya datang kembali ke musholla tersebut dan mendapati pamflet belum dicabut. Dengan arogan, Sersan Harmanu memasuki masjid tanpa melepas sepatu yang dipakainya. Tak hanya itu, Sersan Harmanu juga membasahi pamflet yang ada didalam masjid dengan air comberan.

Hal ini sontak, memicu kemarahan jamaah dan warga sekitar dan beranggapan pihak militer telah mengotori kesucian umat Islam. Hingga tanggal 9 September, tak ada permintaan maaf dari pihak yang berwajib atas peristiwa ini.

Pada 10 September, beberapa jamaah musholla As-Sa’adah bertemu dengan Sersan Harmanu dan rekannya dan terjadi adu mulut diantara mereka. Jamaah dari masjid lain, Masjid Baitul Makmur melihat dan berusaha melerai mereka.

Baca Juga: 2 Dekade Partai Demokrat: Lika-Liku Sejarah Hingga Petuah SBY kepada AHY dkk Supaya Tidak Kendor

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X