• Rabu, 8 Desember 2021

Geger Aplikasi Peduli Lindungi Abal-abal, Satgas Covid 19: Masyarakat Harus Lebih Waspada  

- Senin, 13 September 2021 | 11:04 WIB
Jubir Satgas Covid 19 Wiku Adisasmito ((Foto: Repro situs covid-19.go.id )
Jubir Satgas Covid 19 Wiku Adisasmito ((Foto: Repro situs covid-19.go.id )

Wiku menegaskan, saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memutus akses masyarakat untuk mengunjungi situs abal-abal tersebut.

Selanjutnya pemerintah meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala disinformasi terkait situs dan aplikasi palsu, yang mengatasnamakan PeduliLindungi dalam bentuk apapun.

Baca Juga: Momen Dimana Chandra Liow Menahan Tangis, Saat Berbagi Kisah Nyaris Meninggal Akibat Covid 19

“Masyarakat diminta hanya mengakses situs resmi pedulilindungi.id serta mengunduh aplikasi resminya di layanan AppStore atau google store,” pungkas Wik.

Selain itu, adapun ramainya perbincangan terkait hacker yang mengambil data lewat database pedulilindungi adalah klaim yang tidak berdasar.

Pasalnya, aplikasi pedulilindungi tidak dapat mengontrol ponsel siapapun. Aplikasi pedulilindungi asli pemerintah hanya akan merekam data proximity (kedekatan) satu telepon seluler (ponsel) dengan ponsel lainnya dalam format terenkripsi.

Aplikasi ini juga tidak merekam data geolokasi pengguna. Sedangkan nomor ponsel yang didaftarkan akan direlasikan dengan ID random dalam server yang aman. Kecuali jika pengguna dalam resiko tertular Covid 19 dan perlu segera di hubungi oleh satgas kesehatan.

Baca Juga: 4 Keutamamaan Bulan Shafar dan Mitos yang Dipercaya Masyarakat

Aplikasi resmi PeduliLindungi juga hanya digunakan  untuk kegiatan pengamatan secara sistematis dan konsisten terkait Covid 19 untuk mewujudkan tindakan penanggulangan secara efektif (surveilans kesehatan), bukan untuk memata-matai.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menkominfo Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi Pedulilindungi dalam rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana diubah oleh Keputusan Menkominfo No. 253 Tahun 2020.***

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X