• Rabu, 29 September 2021

Beredar Percakapan WA Group Nakes Vaksinasi Banten, Isinya Curhatan Honor yang Tak Sesuai Janji

- Senin, 13 September 2021 | 12:40 WIB
Kegiatan para Nakes bagian operator komputer di SMAN Kabupaten Tangerang. (NEWSmedia)
Kegiatan para Nakes bagian operator komputer di SMAN Kabupaten Tangerang. (NEWSmedia)

NEWSmedia – Isi percakapan Whatsapp (WA) Group tenaga kesehatan vaksinasi Banten beredar di masyrakat. Bahkan diantaranya sudah ada di media sosial.

Isi percakapan itu mengungkap, tentang honor yang diterima para nakes tidak sesuai janji yang disampaikan BKD Provinsi Banten, sebagai lembaga yang melakukan prekrutan.

“Sedih pak kalo diceritain.. dari yang 4jt ditawarin, jadi 2,5. Uang stransport dari 250 jadi 150, prank nya ngga kira-kira,” demikian salah satu bunyi percakapan tersebut.

Baca Juga: Cek 5 Fakta Situs Peduli Lindungi Abal-abal, Nomor Terakhir Bikin Geleng Kepala

“Sebenarnya kalo gaji tetap 2,5 seenggaknya stransportasi yang di naikin harusnya tetap 250 ribu setiap pertemuan. Sesuai omongan ketua BKD karena jarak jauh risiko di jalan lebih tinggi sampe ada yang numpang tidur biar deket, ada yang sewa mobil, ada yang pinjem laptop. Tapi tim BKD dan DINKES tidak peduli itu ternyata,” bunyi lainnya.

“Tadi saya sudah coba nelusurin jadi dari BKD di surih ke Nenden, dari Nenden disuruh ke Dr. Yeyen, nah dari Dr. Yeyen di suruh ke BKD. Ini hasilnya kita di lempar-lempar gini,” balas salah seorang anggota group Wahats app lainnya.

Penelusuran NEWSmedia, keluh kesah para nakes di bagian operator komputer ini pun sudah jadi perbincangan di media sosial Facebook.

Baca Juga: Apa itu Disregulasi Emosional? 7 Tanda Seseorang Mengalaminya

“Tenaga kesehatan Provinsi Banten dalam program Vaksinasi non PNS mengeluhkan gaji yang diterimanya. Saat perekrutan dijanjikan Dinkes Banten Rp4 juta, sementara saat menandatangani SK gaji setelah beberapa kali melakukan tugas tertera Rp2,5 juta,” dikutip dari Facebook Banten News, Senin 13 September 2021.

“Saya rumah di daerah Banten Selatan, Berangkat dari rumah jam 4 subuh karena jam 8 harus sudah dilokasi vaksin di tangerang. Harus Bawa motor sendiri karena tidak ada mobilitas antar – jemput, kata salah seorang tenaga operator komputer vaksinasi yang tak mau disebutkan namanya.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X