• Kamis, 21 Oktober 2021

Burung Pipit Jalani Tes PCR, Netizen: Kena Covid 19? Kasian Pemerintah Nanti Ngatur PPKM buat Burung

- Kamis, 16 September 2021 | 08:30 WIB
Penggalan video tes PCR pada burung pipit yang mati mendadak di Balaikota Cirebon. (Foto: Tangkap Layar Instagram @infojawabarat)
Penggalan video tes PCR pada burung pipit yang mati mendadak di Balaikota Cirebon. (Foto: Tangkap Layar Instagram @infojawabarat)

NEWSmedia – Fenomena aneh burung pipit berjatuhan di Gianyar Bali dan di areal parkir Balaikota Cirebon masih lekang dalam ingatan.

Peristiwa aneh itu masih mengundang banyak tanya. Lantaran hingga saat ini belum ada keterangan resmi penyebab terjadinya hal misterius itu.

Rupanya kejadian itu mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Menyusul beredarnya  video uji sampel tes laboratorium yang dilakukan tim medis Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penghinaan, Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan oleh Polda Metro Jaya

Dalam tayangan video yang diunggah akun instagram @infojawabarat pada Selasa, 14 September 2021 itu menayangkan proses pengambilan sampel dari bangkai burung Pipit yang mati mendadak untuk diuji laboratorium.

Dikutip dari karawangpost-pikiranrakyat.com, rupanya itu merupakan tindak lanjut atas fenomena aneh yang terjadi. Tim medis mengambil sampel darah untuk mengetahui penyebab dari matinya burung pipit secara bersamaan tersebut.

Sampel dari sejumlah bangkai burung Pipit itu nantinya akan dilakukan tes PCR, lalu sampel tersebut akan diuji laboratorium juga untuk mengetahui penyebab kematian burung Pipit yang mati mendadak tersebut.

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Santri Baznas 2021, Kuota Tersedia untuk 1.000 Santri

Unggahan video tersebut telah disaksikan sebanyak 68.516 tayangan oleh pengguna Instagram dan menuai komentar sampai 474 komentar dari warganet.

Karuan saja, video itu pun mendapat komentar beragam. Dari yang berisi pernyataan serius hingga komnetar bernada candaan, bahkan berisi nada sindiran tentang mahalnya biaya PCR. Tak sedikit juga yang merasa heran, karena meperlakukan burung-burung itu layaknya manusia terpapar Covid 19.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X