• Rabu, 1 Desember 2021

17 September Memperingati Hari Apa? Berikut Sejarah Terbentuknya Palang Merah Indonesia

- Jumat, 17 September 2021 | 15:34 WIB
Sejarah PMI (pmi.or.id)
Sejarah PMI (pmi.or.id)

NEWSmedia – Tanggal 17 September merupakan hari terbentuknya Palang Merah Indonesia (PMI), sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.

Dikutip dari berbagai sumber, ide pembentukan PMI terjadi pada tanggal 3 September 1945 dan diresmikan pada tanggal 17 September 1945.

Ide dan gagasan tersebut diinstruksikan oleh Presiden Soekarno kepada dr. Buntaran Martoatmodjo, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Baca Juga: Sejarah Kenapa 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka, dari Masa Hindia Belanda Hingga Sekarang

Instruksi tersebut berisi perintah agar Menteri Kesehatan membentuk suatu badan Palang Merah Nasional untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah nyata dan merdeka, memiliki sistem pemerintahan serta bebas dari penjajah asing.

Sebelum PMI diresmikan, sebenarnya sudah ada organisasi kepalang merahan di Indonesia saat Belanda dan Jepang masih menjajah Indonesia.

Saat Belanda menjajah tepatnya pada 21 Oktober 1973, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah dengan nama Het Nederland Indische Rode Kruis (NIRK), lalu berganti nama menjadi Nederland Rode Kruis Afdenlinbg Indie (NERKAI).

Baca Juga: Profil Megawati Soekarnoputri Mantan Presiden RI ke-5, Siapa dan Bagaimana Sejarah Hidupnya

Pada tahun 1932, dua tokoh nasional, dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan mengajukan proposal pendirian Palang Merah Indonesia kepada Pemerintah Kolonial Belanda. Namun proposal itu ditolak. Di tahun 1940, proposal kembali diajukan, dan tetap ditolak.

Setelah Belanda hengkang dan Jepang menguasai Indonesia, proposal itu pun kembali diajukan dan hasilnya tetap sama. Pemerintah Jepang tidak mengizinkankan ada Palang Merah Indonesia.

Dua minggu setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno pun dengan segera memberi arahan kepada Menteri Kesehatan untuk membentuk Palang Merah untuk negara Indonesia dan terbentuklah Panitia Lima yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan, dr.Buntaran Martoatmodjo.

Baca Juga: Suka Sejarah? Ini Rekomendasi 5 Museum Kemerdekaan RI di Jakarta Yang Layak Kamu Kunjungi

Panitia itu terdiri dari dr.R.Mochtar, dr.Bander Johan, dr.Joehana, dr.Marjuki, dan dr.Sitanala dan melaksanakan sidang untuk segera membentuk Palang Merah Indonesia.

Hasilnya, tanggal 17 September terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia dengan ketua pertama, Drs. Muhammad Hatta.

Keberadaan PMI diakui secara resmi oleh negara pada tahun 1950 berdasarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan oleh Keppres No.246 tanggal 29 November 1963.

Baca Juga: Disney Luncurkan Official Trailer Film West Side Story 2021, dalam Sehari Menyedot Perhatian 4,4 Juta Penonton

Tugas utama PMI adalah memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan konvensi Jenewa 1949.

Setelah resmi diakui secara Nasional, keberadaan PMI pun diakui secara Internasional oleh ICRC (Internastional Committee of The Red Cross), organisasi Palang Merah Internasional pada 15 Juni 1950.

Berturut-turut setelah itu, PMI pun bergabung dengan organisasi Kepalang Merahan di Dunia, seperti Liga Perhimpunan Palang Merah dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah - Bulan Sabit Merah (IFRC).

Baca Juga: Momo Geisha Tertipu Investasi Properti, Beli Apartemen di Nusa Dua Bali Ternyata Developernya Kabur

Hingga saat ini, sepak terjang PMI telah banyak diketahui karena selalu hadir dalam membantu korban bencana alam. Ini didukung dengan banyaknya sukarelawan yang mencapai 1,5 juta orang yang tersebar di setiap provinsi di Indonesia.

Ketua PMI saat ini, Dr. (H.C) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla pun menginstruksikan kepada sukarelawan PMI untuk turut serta membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.***

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X