• Kamis, 2 Desember 2021

Ini Pengakuan Selebgram RR alias RH si 'Kuda Poni' yang Live Bugil di Aplikasi Mango, Tidak Menerima BO

- Senin, 20 September 2021 | 18:19 WIB
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan melakukan konferensi pers kasus pornografi online di Mapolresta Denpasar, Senin, 20 September 2021. (Foto: Polresta Denpasar)
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan melakukan konferensi pers kasus pornografi online di Mapolresta Denpasar, Senin, 20 September 2021. (Foto: Polresta Denpasar)

NEWSmedia - Polresta Denpasar menetapkan wanita yang sebelumnya disebut dengan nama selebgram RR menjadi tersangka pelaku pornografi online. Tersangka dengan nama asli berinisial RH itu kini ditahan di Mapolresta Denpasar, Bali.

Tersangka RH yang selama ini dikenal dengan nama online ‘Kuda Poni’ ditangkap di sebuah apartemen di Denpasar Selatan pada Jumat, 17 September 2021 pukul 02.00 WITA.

Saat diamankan, wanita berusia 32 tahun berkulit putih itu sedang melakukan live streaming di aplikasi Mango.

Baca Juga: Negara Ini Punya 18 Gender, Nomor 8 Populer Juga di Indonesia dengan Istilah Tomboy

Dari tersangka polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua HP iPhone beserta SIM Card dan kartu ATM. Selain itu, kursi yang biasa dipakai untuk live serta pakaian yang sering digunakan juga sudah disita.

Tak hanya itu, sebuah mainan menyerupai alat kelamin yang diduga sering dipakai untuk aksi live seksual juga diamankan menjadi barang bukti.

“Pelaku sebagai selebgram secara terang terangan melakukan live mempertontonkan aurat melalui aplikasi Mango,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, dalam Press Conference di Mapolresta Denpasar, Senin, 20 September 2021.

Baca Juga: 8 Pose Nora Alexandra Istri Jerinx SID Pakai Swimsuit, Berapa Bayarannya?

Kepada polisi, wanita berusia 32 tahun itu mengaku sudah 9 bulan menjalankan profesinya sebagai host di aplikasi Mango. Dalam sekali live, si Kuda Poni bisa meraup pendapatan relatif besar. Setiap Kuda Poni live, penonton yang masuk jumlahnya ribuan.

“Pelaku mengakui sudah melakukan kegiatan ini sudah selama sembilan bulan dengan penghasilan Rp25-50 juta perbulan,” ungkap Kapolresta Denpasar.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X