• Minggu, 16 Januari 2022

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang dan Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

- Selasa, 21 September 2021 | 10:45 WIB
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (tengah) memberikan keterangan. (Foto: PMJ/Yeni).
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (tengah) memberikan keterangan. (Foto: PMJ/Yeni).
NEWSmedia – Setelah hampir dua pekan sejak kejadian Kebakaran lapas kelas 1 Tangerang, Direktorat Reserse Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan tiga orang tersangka atas kasus kebakaran yang menewaskan 49 penghuni lapas.
 
Tim Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan tiga orang tersangka dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu 8 September 2021 lalu ini.
 
Dalam konfrensi pers pada Senin, 20 September 2021, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyatakan penetapan ini adalah buah dari proses penyidikan mulai dari alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan saksi ahli, dan dokumen dokumen diantaranya CCTV. Ketiga tersangka berinisial RU, S, dan Y yang merupakan peugas lapas,
 
 
“Dari proses penyidikan pemeriksaan saksi-saksi tersebut, baik ahli maupun dokumen, akhirnya penyidik melaksanakan gelar perkara dimana dalam gelar perkara tersebut ditetapkan tiga orang tersangka untuk pasal 359 KUHP, dan ketiganya memenuhi unsur untuk dijerat sebagi tersangla yaitu petugas lapas,” ujarnya.
 
Selain pasal 359 KUHP berbunyi, “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”.
 
Tim penyidik juga sedang menginvestigasi kemungkinan terpenuhi nya pasal 188 yang menyangkut penyebab kebakaran yang dilakukan oleh para tersangka. Ade juga menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini.
 
“Untuk pasal 188, tim penyidik dalam gelar perkara masih membutuhkan alat bukti lain. Insya Allah dalam minggu ini semunya bisa kita selesaikan”, Kata Ade.
 
 
Untuk tahap selanjutnya, tim penyidik akan menginvestigasi rangkaian peristiwa kebakaran dan memeriksa apakah SOP yang seharusnya dijalankan oleh petugas saat itu sengaja dibiarkan dan terkesan ada kelalaian dari petugas yang berakibat tewasnya 49 warga binaan.
 
Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat juga menyatakan pihak nya akan bekerja sama dengan para ahli kebakaran dari dua perguruan tinggi, yaitu IPB (Institut Pertanian Bogor) dan Universitas Indonesia.
 
“Ahli kebarkaran dibutuhkan untuk menentukan sumber api dan prakiraan waktu kapan terjadinya kebakaran,” ujarnya.
 
 
Dan dengan keterangan ahli kebakaran tersebut, nantinya akan dikaitkan dengan SOP yang ada, sehingga jawaban apakah petugas lapas saat itu lalai atau yang lain bisa dapat terjawab.***

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X