• Kamis, 2 Desember 2021

Ini Arahan Presiden Jokowi kepada Forkopimda di Banten, Vaksinasi di Pandeglang Lebak dan Serang 'Diwarning'

- Selasa, 21 September 2021 | 21:16 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Bupati, Wali Kota se-Banten di Pendopo Gubernur Banten, Selasa 21 September 2021. (Foto: Instagram Bupati Pandeglang @irnadimyati)
Presiden Joko Widodo bersama Bupati, Wali Kota se-Banten di Pendopo Gubernur Banten, Selasa 21 September 2021. (Foto: Instagram Bupati Pandeglang @irnadimyati)

“Ini yang harus kita ketahui bersama, lompatannya dari 2.600 menjadi 56.700, dan saat itu tim dari epidemolog menyampaikan kepada saya, presiden hati-hati, dari 56 ribu ini nanti bisa melompat di bulan Agustus, kurang lebih 80 ribu, September akan di angka 160 ribu, dan kalau kita ngga bisa mengendalikan akan muncul angka 400 ribu lebih kasus harian seperti di India,” tuturnya.

Jokowi mengingatkan lagi situasi pada 15 Juli 2021, hamper semua Rumah Sakit saat itu penuh, termasuk di Provinsi Banten. “Lorong-lorong penuh, beberapa rumah sakit, pasien sudah di halaman. Di Wisma Atlet berjejer sampai malam, ambulans tidak bisa masuk,” ujarnya.

Situasi itu lah yang harus dijadikan pelajaran dan pengalaman, agar tetap waspada, terutama dalam mengeluarkan kebijakan.

“Pengalaman negara lain selalu saya pakai untuk membuat policy, membuat kebijakan,” katanya.

Baca Juga: Telkom Indonesia Buka Lowongan, Terbuka untuk Fresh Graduate dengan Banyak Posisi

Jokowi mencontohkan, ada negara yang membolehkan warganya melepas masker setelah angka Covid turun. Ada juga negara yang menganggap program vaksinasinya tinggi, kemudian membolehkan perhelatan-perhelatan besar dihadiri penonton banyak.

“Nah di sini kita hati-hati, kita lihat lonjakan kasus di Amerika, dari 11.000 naik menjadi 177.000 dan kemarin sudah turun lagi 59.000, tapi itu angka yang besar. Padahal (ini catatan), vaksinasinya (Amerika Serikat) secara nasional sudah di atas 60 persen, ini yang harus kita pakai pengalaman mereka,” ucapnya.

Kemudian India, dulu kasus harian Covid nya pernah mencapai angka 59.000 dan turun menjadi 9.000, kemudian naik melompat menjadi 400 ribu lebih kasus harian. Hal itu terjadi karena varian Delta, dan adanya kerumunan kegiatan prosesi keagamaan.

Namun kasus harian di India pada September ini sudah turun di angka 26.000 per hari. Presiden Jokowi mengaku pernah menanyakan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi pada Januari 2021, apa yang dilakukan pemerintah India sehingga angkanya bisa turun menjadi 9.000 kasus dari sebelumnya sebanyak 26.000 kasus per hari.

“Disampaikan oleh beliau (PM India) micro lockdown, sehingga kita pakai di sini menjadi PPKM mikro dengan segala modifikasinya,” terang Jokowi.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X