• Kamis, 2 Desember 2021

Ini Arahan Presiden Jokowi kepada Forkopimda di Banten, Vaksinasi di Pandeglang Lebak dan Serang 'Diwarning'

- Selasa, 21 September 2021 | 21:16 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Bupati, Wali Kota se-Banten di Pendopo Gubernur Banten, Selasa 21 September 2021. (Foto: Instagram Bupati Pandeglang @irnadimyati)
Presiden Joko Widodo bersama Bupati, Wali Kota se-Banten di Pendopo Gubernur Banten, Selasa 21 September 2021. (Foto: Instagram Bupati Pandeglang @irnadimyati)

NEWSmedia – Selasa 21 September 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Banten. Ada 3 agenda yang dilakukan yaitu peresmian pabrik, meninjau kegiatan vaksinasi serta memberi pengarahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Agenda kerja Presiden Jokowi di Banten pertama meresmikan pabrik di PT Krakatau Steel Cilegon, dilanjut meninjau vaksinasi di SMA Negeri 4 Kota Serang, dan terakhir ke Pendopo Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.

Di Aula Pendopo Gubernur, Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada Forkopimda yakni Gubernur, Bupati, Wali Kota, Kapolda, Kajati, Danrem, Ketua DPRD Provinsi dan Ketua DPRD Kabupaten Kota di Banten.

Baca Juga: Terlilit Pinjaman Online, Pegawai Bank BRI Bobol Uang Nasabah Hingga Rp1,2 Miliar

Dalam pertemuan terbatas itu, Presiden Jokowi menyampaikan pengantar bahwa Pandemi Covid 19 membuat negara menjadi susah. Bukan hanya Indonesia, negara-negara lain juga terdampak dan terkena masalah.

“Sekarang ini adalah sebuah keadaan yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang. Bagi semua negara, bukan hanya Indonesia. Baik dari sisi kesehatan karena Covid, maupun dari sisi ekonominya, semuanya terkena masalah,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, ada lebih dari 220 negara yang mengalami masalah akibat Covid 19. Jokowi sempat mengungkapkan perjalanan kasus Covid 19 di Indonesia yang mulai dari 2 Maret 2020. Saat itu ada 2 kasus positif, yang akhirnya berkembang menjadi pandemi.

Jokowi pun mengurai, sejak masuk 2 Maret 2020, penyebaran Covid 19 semakin hari semakin naik. Pada akhirnya di awal Februari 2021 angka Covid 19 di Indonesia mencapai puncak yaitu mencapai 12.800 kasus harian.

Baca Juga: Launching Logo dan Tema Hari Santri 2021, Menag: Santri Harus Siap Siaga, Jiwa dan Raga untuk Indonesia

Kemudian dari Februari ke Maret, April hingga Mei 2021 sempat turun sampai angka 2.600 kasus harian (14 Mei 2021). Akan tetapi angkanya melonjak di 15 Juli 2021 menjadi 56.700 kasus harian karena pascamudik dan juga adanya varian Delta.

“Ini yang harus kita ketahui bersama, lompatannya dari 2.600 menjadi 56.700, dan saat itu tim dari epidemolog menyampaikan kepada saya, presiden hati-hati, dari 56 ribu ini nanti bisa melompat di bulan Agustus, kurang lebih 80 ribu, September akan di angka 160 ribu, dan kalau kita ngga bisa mengendalikan akan muncul angka 400 ribu lebih kasus harian seperti di India,” tuturnya.

Jokowi mengingatkan lagi situasi pada 15 Juli 2021, hamper semua Rumah Sakit saat itu penuh, termasuk di Provinsi Banten. “Lorong-lorong penuh, beberapa rumah sakit, pasien sudah di halaman. Di Wisma Atlet berjejer sampai malam, ambulans tidak bisa masuk,” ujarnya.

Situasi itu lah yang harus dijadikan pelajaran dan pengalaman, agar tetap waspada, terutama dalam mengeluarkan kebijakan.

“Pengalaman negara lain selalu saya pakai untuk membuat policy, membuat kebijakan,” katanya.

Baca Juga: Telkom Indonesia Buka Lowongan, Terbuka untuk Fresh Graduate dengan Banyak Posisi

Jokowi mencontohkan, ada negara yang membolehkan warganya melepas masker setelah angka Covid turun. Ada juga negara yang menganggap program vaksinasinya tinggi, kemudian membolehkan perhelatan-perhelatan besar dihadiri penonton banyak.

“Nah di sini kita hati-hati, kita lihat lonjakan kasus di Amerika, dari 11.000 naik menjadi 177.000 dan kemarin sudah turun lagi 59.000, tapi itu angka yang besar. Padahal (ini catatan), vaksinasinya (Amerika Serikat) secara nasional sudah di atas 60 persen, ini yang harus kita pakai pengalaman mereka,” ucapnya.

Kemudian India, dulu kasus harian Covid nya pernah mencapai angka 59.000 dan turun menjadi 9.000, kemudian naik melompat menjadi 400 ribu lebih kasus harian. Hal itu terjadi karena varian Delta, dan adanya kerumunan kegiatan prosesi keagamaan.

Namun kasus harian di India pada September ini sudah turun di angka 26.000 per hari. Presiden Jokowi mengaku pernah menanyakan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi pada Januari 2021, apa yang dilakukan pemerintah India sehingga angkanya bisa turun menjadi 9.000 kasus dari sebelumnya sebanyak 26.000 kasus per hari.

“Disampaikan oleh beliau (PM India) micro lockdown, sehingga kita pakai di sini menjadi PPKM mikro dengan segala modifikasinya,” terang Jokowi.

Baca Juga: KJP Plus Tahap 2 September 2021 Telah Dibuka, Berikut Kriteria Siswa yang Berhak Menerimanya

Ia juga memastikan bahwa berdasarkan data, vaksinasi mengurangi tingkat kematian, sehingga perlu dilakukan kecepatan vaksinasi.

“Jangan sampai ada masyarakat kita yang tidak percaya mengenai ini. Tugas bapak ibu dan saudara-saudara semua untuk memberikan pemahaman mengingatkan masyarakat betapa pentingnya vaksinasi,” pinta Jokowi kepada Forkopimda Provinsi Banten.

Jokowi pun memberikan apresiasi kepada Provinsi Banten. Ia mengatakan perkembangan Covid 19 di Banten sangat bagus. Berdasarkan data, bahwa kasus aktif di Provinsi Banten turun 97% dari puncak kasus yang pernah terjadi.

“Kita ingat di Banten di 27 Juli itu ada 43.000 kasus, kemarin saya cek datanya tinggal 1.057 kasus. Ini sangat bagus sekali,” terangnya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang dan Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

“Tapi kalau saya ngomong bagus jangan diartkan nanti dijadikan kewaspadaa  saudara-sauadara semua berkurang. Hati-hati kita ini berhadapan dengan musuh yang tidak kelihatan, di mana dia berada,” tuturnya.

Jokowi meminta Pemerintah Provinsi Banten, termasuk pemerintah kabupaten dan kota untuk menggenjot program vaksinasi. Ia mengungkapkan data capaian vaksinasi kabupaten dan kota di Banten.

“Vaksin sudah banyak di atas 30%, tetapi hati-hati masih ada yang di bawah 20, Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang, saya minta Pangdam, Kapolda, bantu 3 kabupaten ini untuk mengejar, paling tidak di atas 30%,” ucapnya.

Baca Juga: Kenal Lebih Dekat dengan Al Ghazali, Pemeran Keenan ‘Sang Traouble Maker’ dalam Film Little Mom

Jokowi juga menyoroti ada daerah yang menyetok vaksin. Tadi pagi, ia mengaku melihat data stok vaksin di Banten.

”Jangan ada yang menyetok vaksin, karena stok saya lihat masih banyak sekali di kabupaten kota di Banten, jangan ada stok vaksin, begitu datang segera habiskan,” ujarnya.

Tak hanya vaksinasi, amunisi kesehatan seperti ketersediaan obat-obatan, multivitamin, alat kesehatan hingga kondisi tenaga kesehatan harus disiapkan. Untuk menekan angka Covid, pemda harus melakukan deteksi, tracking, tracing, dan testing.

“Vaksinasi diberikan prioritas untuk yang lansia. Kalau memang kesulitan vaksinator sampaikan ke Panglima TNI ke Kapolri,” ucapnya.

Baca Juga: Seorang Ustaz Diserang OTDK Saat Ceramah di Masjid, Pelaku Ditangkap Lalu Dikeroyok Emak-emak Majlis Taklim

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan data pertumbuhan ekonomi di Bante. Ia memberikan apresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten di kuartal kedua berada di angka 8,95%.

“Ini lompatan yang sangat tinggi setelah kuartal 1 minus 0,44 %. Kuartal pertama di bawah nasinal, tapi di kuartal di atas nasional yaitu 8,95%. Nasional 7,07 %. Kalau Covidnya bisa dikendalikan seperti ini, kemungkinan ekonominya naik lagi,” ujarnya.

Namun Jokowi mengingatkan mengenai realisasi APBD Provinsi Banten menjelang akhir tahun ini serapannya masih di bawah 50%.

“Saya ingatkan mengenai realisasi ABPD, ini sudah di akhir September, di 20 September ini baru 43 persen, tolong segera direalisasikan, agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita,” pintanya.***

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X