• Senin, 18 Oktober 2021

Krakatau Steel Bikin Pabrik Baja dengan Teknologi yang Dipakai Sama Amerika, Jokowi: Tidak ada Impor-impor

- Rabu, 22 September 2021 | 09:45 WIB
Presiden Jokowi saat peresmian pabrik baja Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel Tbk, di Kota Cilegon, Selasa 21 September 2021. (Foto: Agus Suparto/Fotografer Presiden)
Presiden Jokowi saat peresmian pabrik baja Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel Tbk, di Kota Cilegon, Selasa 21 September 2021. (Foto: Agus Suparto/Fotografer Presiden)

NEWSmedia - Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik baja Hot Strip Mill 2 PT Krakatau steel Tbk di Kota Cilegon, Banten. Pabrik itu dibangun selama 3 tahun dengan menelan biaya 521 juta dolar atau Rp7,5 triliun.

Presiden Jokowi menaruh perhatian khusus terhadap pembangunan pabrik baja Hot Strip Mill 3 PT Krakatau Steel Tbk, karena sangat berpengaruh besar terhadap kebutuhan baja dalam negeri.

“Industri ini sangat stategis, oleh karena itu saya memberi perhatian besar terhadap industri baja ini. Produk yang dihasilkan sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh industri-industri lain. Artinya akan mengurangi impor kita dari negara-negara lain,” kata Jokowi saat memberikan sambuta dalam peresmian di lokasi pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau steel Tbk di Kota Cilegon, Selasa 21 September 2021.

Baca Juga: Abaikan Tilang Elektronik alias ETLE Siap-siap STNK Diblokir oleh Kepolisian

Jokowi pun melihat lokasi tempat produksi baja dan mesin produksina. Ia didampingi Ketua DPR Puan Maharani, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim.

“Tadi saya sudah lihat ke dalam dan mengetahui bahwa pabrik ini betul-betul menggunakan teknologi yang tinggi. Teknologi dari Jerman ini baru ada dua di dunia yakni Amerika dan Indonesia (PT KS ini),” ungkap Jokowi.

Pabrik baja Hot Strip Mill 2 PT Krakatau steel Tbk ini memiliki kapasitas produksi Hot Roll Cold (HRC) sebanyak 1,5 juta ton pertahun. Kata Jokowi, ini merupakan pabrik khas indonesia yang menghasilkan HRC kualitas premium dan produksi nya didorong untuk ditingkatkan hingga mencapai 4 juta ton pertahun.

Baca Juga: Di Istana Angling Dharma Pandeglang, Terdapat Kolam Renang dan Gudang Duit pada Bangunan Lima Lantai  

“Dengan beroprasinya pabrik ini akan memenuhi kebetuhan baja dalam negeri, jadi tidak ada impor-impor yang kita lakukan. Ini yang kita harapkan,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan, pabrik baja merupakan salah satu pilar penting untuk memacu ekonomi Indonesia karena konsumsi baja kita sangat besar. Selama 5 tahun terakhir, kebutuhan baja di Indonesia meningkat hingga 40 persen.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X