• Rabu, 8 Desember 2021

Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henry Alfiandi Sidak Proses Upgrade Kapal Wisnu 103 di Tanjung Priok

- Rabu, 22 September 2021 | 13:32 WIB
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Alfiandi didampingi Sestama dan para Deputy Basarnas saat melakukan sidak upgrade KN Wisnu 103, di Tanjung Priuk, Selasa 21 September 2021. Hadir pula Kepala Kantor SAR DKI, Hendra Sudirman pada kegiatan tersebut. (Foto: Ist/NEWSmedia)
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Alfiandi didampingi Sestama dan para Deputy Basarnas saat melakukan sidak upgrade KN Wisnu 103, di Tanjung Priuk, Selasa 21 September 2021. Hadir pula Kepala Kantor SAR DKI, Hendra Sudirman pada kegiatan tersebut. (Foto: Ist/NEWSmedia)

 

NEWSmedaKepala Badan SAR (Basarnas), Marsekal madya TNI Henry Alfiandi  melakukan inspeksi pekerjaan upgrading ROV Kapal Wisnu 103, di dermaga Exs Inggom Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa  21 September 2021.  

Inspeksi mendadak ini di hadiri oleh Sestama dan para Deputy Basarnas serta dari pihak pelaksana yg diwakili oleh M Radhite Suryaningtyas selaku Project Manager dan Tim dari Tucano TMS. Kabasarnas melihat dan mengecek semua pekerjaan secara detail langsung ke ROV yang akan di upgrade.

Dari keterangan yang didapat NEWSmedia, Rabu 22 September 2021, pada pelaksanaan sidak tersebut diagendakan pelepasan semua perlengkapan ROV yang ada di KN Wisnu 103 dibawa ke Workshop yang ada di Cirebon pada hari itu juga.

Baca Juga: Di Istana Angling Dharma Pandeglang, Terdapat Kolam Renang dan Gudang Duit pada Bangunan Lima Lantai  

“Nantinya ROV ECA H 1000 akan diupgrade hingga mampu dive mencapai kedalaman 1.000 meter dengan menggunakan TMS Atau Thether Management Systems yang dinamani Tucano TMS,” jelas Project Manager dan Tim dari Tucano TMS, M Radhite Suryaningtyas, kepada petinggi Basarnas RI.

Radhite juga menjelaskan, prinsipnya alat ini akan seperti lift yang akan membawa ROV  ECA H-1000 hingga maksimum depth 1.000 meter tanpa ROV.  Jadi ROV hanya ikut dalam TMS saja hingga sampai kedalaman yg diperlukan.

“Perlu diketahui bahwa pekerjaan ini murni dikerjakan 100 persen oleh anak-anak bangsa yang dikerjakan di workshop kami di Jakarta dan Cirebon. Walaupun beberapa komponen didatangkan atau di import dari Amerika, Taipei dan Singapore mengingat belum adanya ketersediaan komponen tersebut didalam negeri,” katanya.

Baca Juga: Fakta Andi Merya Nur, Bupati Wanita Termuda Jebolan Paket C yang Tidak Memiliki Rumah dan Kendaraan

Dikatakan Radhite,  pekerjaan tersebut sudah mencapai progress 70 persen, dan diperkirakan akan selesai di bulan oktober akhir 2021.

“Kendala yang dihadapi adalah bahwa kami harus memodifikasi ROV yg sudah existing jadi benar-benar custom dan harus kami design sesuai dengan space dan perlengkapan yang ada di KN Wisnu,” katanya.

Terkait hal itu, M.Radhite memohon doa restu dan dukungan dari pihak terkait khususnya Basarnas agar pekerjaan tersebut bia berjalan dengan baik lancar dan berhasil hingga dapat digunakan semaksimal mungkin oleh Basarnas.

Baca Juga: Awal Mula 3 Pemuda Mirip Warkop DKI Viral di Medsos, Begini Kisahnya

Untuk diktehaui, KN SAR Wisnu 103 adalah salah satu kapal milik Basarnas yang dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR modern.

Di antaranya Remotely Operate Vehicle (ROV), Multibeam Echosaunder (MBES), Side Scan Sonar, dan System Dynamic Position Zero (SDPZ).

Kapal ini memiliki  66 meter, yang dilengkapi helideck dengan kapasitas tangki BBM sebesar 500 ribu liter, serta air tawar sebesar 100 ribu liter. Kapal ini berfungsi, untuk operasi pencairan dan pertolongan di perairan Laut Jawa sekaligus memiliki kemampuan sebagai kapal penyuplai logistik bagi kapal lainnya.***

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X