• Senin, 29 November 2021

Tukul Arwana Diduga Mengalami Pendarahan Otak, Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

- Kamis, 23 September 2021 | 16:34 WIB
Tukul Arwana diduga mengalami pendarahan otak (Instagram/  @tukul.arwanaofficial)
Tukul Arwana diduga mengalami pendarahan otak (Instagram/ @tukul.arwanaofficial)

NEWSmedia – Pelawak Tukul Arwana dikabarkan masuk rumah sakit karena diduga mengalami pendarahan otak. Hal itu disampaikan oleh prenseter Vega Darmawanti dalam akun instagramnya.

“Assalamualaikum, selamat pagi teman-temanku, followers ku sahabat-sahabat ku, mohon doa nya untuk mas Tukul Arwana yang saat ini sedang sakit” kata vega dari instagranya pada Kamis, 23 September 2021.

Dikutip NEWSmedia dari WebMD, pendarah otak adalah jenis stroke yang disebabkan oleh arteri di otakyang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya. Pendarahan ini membunuh sel-sel otak.

Baca Juga: Tukul Awrana Dikabarkan Masuk Rumah Sakit, Diduga Karena Pendarahan Otak

Apa yang terjadi selama pendarahan otak?
Ketika darah dari cedera mengiritasi jaringan otak, itu menyebabkan pembengkakan. Ini dikenal sebagai edema seberal. Darah yang terkumpul menjadi massa yang disebut hematoma.

Kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, dan itu mengurangi aliran darah vital dan membunuh sel-sel otak. Pendarahan yang terjadi di dalam otak, disebabkan oleh tengkorak dan selaput yang menutupi, antara lapisan penutup otak atau tenggorak dan selaput otak.

Apa Penyebab Pendarahan Pada Otak?
Ada beberapa faktor resiko dan penyebab pendarahan otak, yang paling umum meliputi:

Baca Juga: 7 Resiko Diet Keto dan Tanda Harus Menghentikannya, Salah Satunya Mual dan Muntah

1. Cedera kepala
Cedera adalah penyebab paling umum dari pendarahan di otak bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun.
2. Tekanan darah tinggi
Kondisi kronis ini dalam jangka waktu yang lama, dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati adalah penyebab utama terjadinya pendarahan otak.
3. Aneurisma
Adalah melemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak, sehingga meyebabkan pecah dan berdarah yang mengalir ke otak hingga menyebabkan stroke.
4. Malformasi Arteriovenosa
Yang bisa disebut kelainan pembuluh darah, kelemahan pada pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak, mungkin muncul saat lahir dan
dapat didiagnosis hanya jika gejalanya berkembang.

5. Angiopati Amilod
Merupakan kelainan pada dinding pembuluh darah yang terkadang terjadi seiring bertambahnya usia dan tekanan darah tinggi. Ini dapat
menyebabkan banyak pendarahan kecil yang tidak diketahui sebelumnya dan
menyebabkan masalah besar.
6. Gangguan darah atau pendarahan
Hemofilia dan anemia sel sabit dapat menyebabkan penurunan kadar trombosit dan pembekuan darah. Pengenceran darah juga merupakan faktor resiko.
7. Penyakit hati
Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan secara umum
8. Tumor otak

Baca Juga: 6 Obat Alami untuk Menyembuhkan Penyakit Lambung atau Maag

Apa Gejala Pada Pendarahan Otak?
Gejala pendarahan otak bisa bermacam-macam. Bergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan dan jumlah jaringan yang terkena.

Jika kamu menunjukan salah satu dari gejala berikut, kamu mungkin mengalami pendarahan otak, segera hubungi doter untuk penanganan
yang lebih tepat.

Gejalanya meliputi :
1. Sakit kepala parah yang terjadi tiba-tiba
2. Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya
3. Kelemahan pada lengan atau kaki
4. Mual atau muntah
5. Lesu
6. Perubahan penglihatan
7. Kesemutan atau mati rasa
8. Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
9. Kesulitan menelan
10. Kesulitan menulis atau membaca
11. Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan
12. Kehilangan koordinasi
13. Kehilangan keseimbangan
14. Indera perasa tidak normal
15. Hilang kesadaran

Baca Juga: Tips Merawat Ginjal Agar Tetap Sehat, Hindari 3 Kebiasaan yang Membahayakan Ini

Perlu diingat bahwa banyak dari gejala ini sering disebabkan oleh kondisi selain pendarahan otak.

Apakah pendarahan otak dapat dicegah?
Karena sebagian pendarahan otak dikaitkan dengan faktor resiko tertentu, kamu dapat meminimalkan resiko dengan cera berikut :
- Mengobati tekanan darah tinggi
Studi menunjukan bahwa 80% pasien pendarahan otak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Satu-satunya hal terpenting yang dapat
kamu lakukan adalah mengendalikan diri kamu melaui diet, olahraga, dan obat-obatan
- Jangan merokok
- Jengan menggunakan obta-obatan seperti kokain, karena dapat meningkatkan resiko pendarahan otak
- Berkendara dengan hati-hati, gunakan sabuk pengaman atau gunakan helm
- Pemeriksaan operasi korektif. Jika kamu menderita kelainan, seperti aneurisma, pembedahan dapat membantu mencegah pendarahan di masa depan
- Hati hati dengan Coumadin (obat pembekuan darah). Jika kamu mengonsumsi obat pengencer darah juga disebut warfarin, tindak lanjutin dengan doktermu untuk memastikan kadar darah kamu berada dalam kisaran yang benar.***

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X