• Rabu, 1 Desember 2021

4 Masa Penting  Bagi Anak, Para Orang Tua Wajib Tahu: Hati-hati dengan Nomor 2

- Minggu, 26 September 2021 | 09:30 WIB
ILustrasi keluarga. (Foto: deposit photos)
ILustrasi keluarga. (Foto: deposit photos)

NEWSmedia - Manusia adalah makhluk Tuhan dengan rata-rata masa hidup 60 tahun. Bagi manusia waktu adalah kapital utama untuk meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Oleh karna itu penting dpahami bagi orang tua bahwa terdapat 4 masa terpenting bagi manusia. Karna 4 Masa ini bisa dijadikan sebagai salah satu acuan mendidik, menghadapi, menyikapi pertumbuhan seorang anak.

Jika 4 Masa ini tidak dipahami oleh orang tua maka akan timbul sebuah kesenjangan. Salah menyikapi dan perasaan menyesal.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Mundur dari Wakil Ketua DPR, Siapa Kader Golkar yang Dipercaya Airlangga Jadi Pengganti?

Berikut 4 masa penting bagi manusia (anak, red) yang perlu kita ketahui dikutip dari tips psikologi anak:

1. Masa intim, adalah ketika anak berusia 0-8 tahun. Masa dimana anak menempel terus pada orang tua.

Masa manja-manja nya seorang anak sehingga ia tidak sungkan di peluk dan memeluk orang tua nya. Ingin ya kemana-mana bersama orang tuanya dan sangat mudah di ajak ikut oleh orang tuanya.

Baca Juga: Cerita Gibran, Pendaki yang Hilang di Gunung Guntur: 4 Hari Tak Makan dan Bertemu Sosok Perempuan Tua

2. Masa kritis, adalah ketika seorang anak berusia 9-13 tahun. Masa dimana anak sudah masuk sekolah dasar dan mulai sibuk dengan lingkungan sekolah dan teman-teman seusianya.

Di masa kritis ini anak mulai belajar dari berbagai sumber termasuk dari guru dan teman-temannya. Ia juga mulai membandingkan perlakuan orangtuanya dengan perlakuan orang tua dari temen nya.

Dari sumber belajar yang beragam tadi seorang anak di masa ini mulai bersikap kritis terhadap pendapat orang tuanya.

Baca Juga: Umar Patek, Napi Teroris yang Pernah Diburu 3 Negara Ternyata Orangnya Gombal dan Romantis

Lalu bertanya dan membantah, sehingga muncul perbedaan pendapat dengan orang tuanya.

Di masa ini juga mulai muncul perasaan tidak puas, kecewa dan sakit hati terhadap perlakuan orang tuanya yang tidak sejalan dengan keinginannya.

Lalu memorinya menyimpan hal tersebut, sehingga ia mulai menjaga jarak kepada orang tuanya. Di masa ini ini hati-hati bersikap dengan anak. Jangan sampai masa kritis Ini membuat jarak kita sebagai orang tua ke anak.

Baca Juga: Daftar Anggota DPR Fraksi Golkar yang Berpeluang Jadi Pimpinan DPR Menggantikan Azis Syamsuddin, Siapa Dia?

3. Masa sibuk, adalah ketika anak berusia 14 sampai 23 tahun ini. Masa dimana anak sudah sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi pergaulan mereka juga biasanya makin luas, sehingga waktu bersama orang tuanya makin terbatas.

Apalagi jika anak disekolahkan di pesantren atau kuliah di lain kota. Bagaimana bahasa tubuh mereka ketika dipeluk? Sudah mulai susah dan malu untuk dipeluk apalagi jika dipeluknya di tempat umum.

Anak lelaki apalagi makin susah untuk diajak berpelukan oleh ayah ibunya. Keadaan menjadi berbalik titik dulu anak yang ingin nempel terus kepada orang tuanya sibuk ini orang tuanya yang ingin nempel dengan anaknya bagi seorang ayah.

Baca Juga: Kubu Moeldoko Cabut Gugatan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Pesta Durian

Ia ingin menggunakan waktu yang sedikit quality time di tengah karirnya yang sedang menanjak untuk bermesraan dengan anaknya, tapi ternyata anaknya udah tidak mau.

4. Fase mandiri, adalah masa dimana anak berusia 23 tahun keatas atau masa anak sudah bekerja atau menikah. Titik inilah masa anak sudah seharusnya mandiri dan sebagai orang tua harus sudah siap mental menghadapinya. Masa yang paling membahagiakan bagi orangtua dan anak adalah lipase intim.

Maka dari itu jangan sia-siakan massa inti tersebut. Ia adalah Golden moment, sekaligus Golden Age.

Baca Juga: 7 Makanan Karbohidrat untuk Diabetes yang Disarankan, Salah Satunya Beras Merah

Punya lah waktu untuk anak ketika mereka kecil sebelum mereka tidak mempunyai waktu untuk kita yang abadi.

Hanyalah doa-doa yang dipanjatkan orang tua kepada anaknya dan doa yang dipanjatkan anak yang sholeh kepada orang tuanya. Itulah yang menyambung kembali kebersamaan anak dengan orang tuanya.( Faridatul Fauziah Lestari )***

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X