• Rabu, 20 Oktober 2021

Azis Syamsuddin dan Firli Bahuri Pernah Berurusan Saat Pemilihan Ketua KPK di Komisi III DPR pada 2019

- Senin, 27 September 2021 | 08:15 WIB
Azis Syamsuddin saat memberikan hak suaranya dalam pemilihan calon Ketua KPK di Komisi III DPR pada September 2019. Saat itu Azis Syamsuddin sebagai Ketua Komisi III DPR. (Dok: DPR RI)
Azis Syamsuddin saat memberikan hak suaranya dalam pemilihan calon Ketua KPK di Komisi III DPR pada September 2019. Saat itu Azis Syamsuddin sebagai Ketua Komisi III DPR. (Dok: DPR RI)

NEWSmedia – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin digarap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan perkara suap penanganan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah.

Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Sabtu 25 September 2021. Malam itu juga, Azis Syamsuddin langsung ditahan.

Sebelumnya Azis Syamsuddin sempat tidak hadir memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa. Akhirnya dia dijemput paksa oleh tim KPK di rumahnya di Jakarta.

Baca Juga: Kapolri Sampaikan Ucapan Duka Cita untuk Muhammad Kurniadi yang Gugur dalam Baku Tembak dengan KST Papua

Ketua KPK Firli Bahuri pun langsung mengumumkan dan menjelaskan perkara yang menjerat Azis. Dalam kasus ini, mantan Ketua Komisi III DPR itu disebut sebagai pemberi suap.

Pengumuman penetapan tersangka terhadap Azis Syamsuddin yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri rupanya mendapat perhatian dari sisi lain, yang membuktikan idiom bahwa dunia itu seperti roda berputar.

Kejadian yang dimaksud adalah ketika pemilihan Ketua KPK di Komisi III DPR pada 2019, Azis Syamsuddin adalah yang mengumumkan terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023.

Baca Juga: Peluang WH dan Andika Bisa Dipilih Lagi di Pilgub Banten Berat, Ukurannya Bisa Dilihat dari Faktor Ini

Dalam pemilihan itu, ada 5 calon pimpinan KPK yang dipilih melalui mekanisme voting setelah tahap uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi III. Ada 56 anggota Komisi III yang mewakili fraksi memberikan hak suaranya.

Masing-masing anggota memilih dengan cara melingkari 5 nama dari 10 calon pimpinan KPK. Setelah itu baru dilakukan voting untuk memilih Ketua.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X