• Kamis, 21 Oktober 2021

Kemenag Salurkan Oksigen Konsentrator ke 10 Ponpes di Provinsi Banten, Ini Daftarnya

- Senin, 27 September 2021 | 19:46 WIB
Kemenag salurkan oksigen konsentrator ke 10 Ponpes di Banten (Kanwil Kemenag Banten)
Kemenag salurkan oksigen konsentrator ke 10 Ponpes di Banten (Kanwil Kemenag Banten)

NEWSmedia - Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI bersama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten menyalurkan bantuan oksigen konsentrator kepada 10 pondok pesantren di Provinsi Banten.

Bantuan oksigen tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan ketersedian oksigen medis yang ada di pos kesehatan masing-masing pondok pesantren di Wilayah Banten.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag RI, Waryono dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman di Aula Serba Guna Ponpes An-Nawawi Tanara, Kecamatan Tanara, Senin 27 September 2021.

Baca Juga: Kanwil Kemenag Banten Bagikan SK dan Izin Operasional Madrasah, Gratis!

Turut hadir juga Pengurus Ponpes An Nawawi Tanara, KH Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin dan Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Pemerintahan Kabupaten Serang, Nanang Supriatna.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag RI, Waryono menuturkan, bantuan oksigen dari Kemenag yang bekerjasama dengan Astana (Aksi santri tanggap bencana) serta Tonoto Foundation untuk mengatasai kebutuhan oksigen medis bagi masyarakat pesantren khususnya.

“Oksigen konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen bagi pasien Covid-19 yang memiliki gangguan pernapasan,” kata Waryono.

Baca Juga: Kemenag Tidak Lagi Keluarkan Kartu Nikah Fisik, Diganti Dokumen Digital yang Harus Download di Website

Bersama Kemenag RI, lanjut Waryono, Astan dan Tanoto Foundation turut mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien dengan gangguan pernapasan melalui pemberian bantuan oksigen konsentrator bagi Poskestren.

“Program ini merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kebutuhan tabung oksigen besar, transportasi logistik, serta produsen oksigen,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X