• Senin, 29 November 2021

4 Tips Terhindar dari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah, Mahasiswa dan Penulis Harus Tahu

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 10:30 WIB
Ilustrasi menulis konten
Ilustrasi menulis konten
NEWSmedia - Plagiarisme merupakan aib dalam kepenulisan. Bahkan orang yang terbukti plagiat akan terkena pidana dan pencopotan jabatan bahkan  tittle yang telah di raihnya. 
 
Seorang penulis haram hukumnya untuk memplagiat karya orang lain, disarankan untuk mensitasi dengan menuliskan karya orang lain dengan mencantumkan nama sang penulis. 
 
Untuk menghindari plagiarisme kita harus tahu tips nya, di lansir NEWSmedia dari PT Riset Indonesia yang di unggah dalam instagram @Science_Hunter berikut 4 tips agar terhindar dai plagiarisme :
 
 
1. Menggunakan Aplikasi Plagiarism Checker
 
Penggunaan aplikasi plagiarism checker dapat menjadi alat review agar karya kita semakin jauh dari plagiarisme. Setelah menggunakan aplikasi tersebut kita jadi tahu mana kalimat yang harus diubah agar tidak terdeteksi. Beberapa aplikasi plagiarism checker diantaranya: Turnitin, Copyscape, DupliChecker dan PlagTracker.
 
2. Menuliskan Sitasi dan Daftar Pustaka
 
Jika kita telah menuliskan sitasi dan daftar pustaka, hal tersebut menandakan kita menggunakan kalimat atau data orang lain sebagai sumber referensi sehingga kita tidak dikatakan sebagai plagiat. Hal tersebut juga bisa dijadikan alasan pada supervisor atau dosen ketika kalimat sitasi tersebut terdeteksi oleh plagiarism checker.
 
 
3. Perbanyak Referensi dari Buku Cetak
 
Referensi dari file dan artikel di internet membuat tingkat plagiarisme kita semakin tinggi, oleh karena itu disarankan menggunakan referensi dari buku cetakan.
 
4. Memperhatikan Pembuatan Kutipan
 
Membuat kutipan langsung memang boleh, namun disarankan agar jumlahnya tidak terlalu banyak karena dapat terdeteksi oleh aplikasi plagiarism checker sebagai plagiarisme padahal itu merupakan kutipan.
 
Solusinya adalah membuat kutipan tidak langsung yang mana kalimat telah diparafrase sejauh mungkin dengan kalimat asal.
 
 
Menulis memang tidak bisa langsung semuanya dari ide kita, dapat di pastikan kita merujuk dari ide yang sebelumnya.
 
Nah, etika kita sebagai penulis bukan mengakui ide atau karya orang lain sebagai karya kita melainkan menjadikannya acuan ide dari penulisan dengan tetap mencantumkan namanya sebagai sang punya karya.***
 

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X