• Minggu, 29 Mei 2022

Pemerasan Mengatasnamakan KPK Kian Marak, Surat Penyelidikan Korupsi Kabupaten Gowa Dipastikan Palsu

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:15 WIB
Dua surat yang menggunakan Logo KPK ini diyakini palsu. (Foto: Tangkap Layar akun Twitter @KPK_RI)
Dua surat yang menggunakan Logo KPK ini diyakini palsu. (Foto: Tangkap Layar akun Twitter @KPK_RI)

NEWSmedia – Surat penyelidikan yang menggunakan logo KPK dan ditandatangani pejabat KPK, diduga digunakan untuk memeras dan menipu oleh oknum tidak bertanggungjawab. Surat yang nama Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan, Eko Marjono dipastikan palsu.

Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan klarifikasi tentang surat penyelidikan palsu yang dijadikan alat untuk memeras pejabat yang terindikasi punya urusan dengan lembaga anti rasuah.

KPK menerima informasi beredarnya dua surat palsu tentang pengembangan hasil analisis dan penyelidikan penanganan tindak pidana korupsi yang menggunakan logo KPK,” ujar Ali Fikri, dikutip dari www.kpk.go.id, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Hidup Menjadi Tenang dan Bahagia karena Istiqomah, Sungguh Keberuntungan Besar Bagi Orang-orang yang Yakin

Menurut Ali Fikri, pihaknya telah memeriksa dan memastikan bahwa kedua surat tersebut palsu. Penomoran surat tidak sesuai dengan tata naskah dinas yang berlaku di KPK.

Surat juga tidak dibubuhi tanda tangan serta salah dalam penyebutan pihak penandatangan yaitu atas nama Eko Marjono sebagai Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan.

Dalam surat palsu tersebut menerangkan adanya kegiatan monitoring dan pengumpulan keterangan lanjutan, serta penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Gowa.

Baca Juga: Head to Head Indonesia vs Taiwan Kualifikasi Piala Asia 2023: Skuad Garuda Berpeluang Menang

“Surat ini menyebutkan dibuat oleh Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan, yang keduanya atas nama Eko Marjono. Surat ditujukan untuk Deputi Penindakan dan Komisioner KPK,” kata Ali Fikri.

Diungkapkan Ali Fikri, penipuan dan pemerasan dengan modus pemalsuan surat yang mengatasnamakan KPK marak terjadi.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini