• Senin, 29 November 2021

Sederet Fakta Surat Penyelidikan KPK Palsu, Ali Fikri Imbau Pelaku Pemalsu Surat Bertaubat

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:41 WIB
Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto: Tangkap Layar Twitter @KPK)
Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto: Tangkap Layar Twitter @KPK)

NEWSmedia – Maraknya penipuan dan pemerasan belakangan ini yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diakui Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Karena itu pihaknya meminta agar masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaannya.

Menurut Ali Fikri, penipuan dan pemerasan dengan modus pemalsuan surat yang mengatasnamakan KPK marak terjadi.

Karena itu pihaknya secara tegas meminta para pelaku yang kerap melakukan penipuan mengatasnamakan KPK segera bertaubat.

Baca Juga: Kunci Jawaban Susun Kata Level 151-160 Higgs Domino Island Update Terbaru

Untuk tidak lagi memalsukan atau melakukan tindakan-tindakan mengatasnamakan KPK untuk menipu, memeras, dan bertindak kriminal lainnya yang dapat merugikan masyarakat.

Selain itu, KPK juga mengimbau masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang sering terjadi di berbagai daerah ini.

“Apabila masyarakat menemui atau mengetahui adanya pihak yang mengaku pegawai KPK dan melakukan tindakan kriminal pemerasan dan sejenisnya, segera laporkan ke call center 198 atau kepada aparat penegak hukum setempat,” kata Ali Fikri.

Baca Juga: Head to Head Indonesia vs Taiwan Kualifikasi Piala Asia 2023: Skuad Garuda Berpeluang Menang

KPK mendapati surat penyelidikan dugaan korupsi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan adalah paslu. Inilah sederet fakta tentang surat tersebut:

  1. Surat penyelidikan bodong menggunakan Logo KPK resmi.
  2. Hasil pemeriksaan KPK, penomoran surat tidak sesuai dengan tata naskah dinas yang berlaku di KPK.
  3. Surat juga tidak dibubuhi tanda tangan serta salah dalam penyebutan pihak penandatangan yaitu atas nama Eko Marjono sebagai Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan.
  4. Di dalam surat palsu tersebut diterangkan adanya kegiatan monitoring dan pengumpulan keterangan lanjutan, serta penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Gowa.
  5. Isi surat menyebutkan dibuat oleh Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan, yang keduanya atas nama Eko Marjono. Surat ditujukan untuk Deputi Penindakan dan Komisioner KPK.

Baca Juga: Gubernur Banten Ingin Datangkan CR7 ke Stadium Internasional, Relawan Kampung Tanggapi dengan Senyum Getir 

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X