• Rabu, 26 Januari 2022

Produsen Serat Sintetis di Banten Beralih dari PLTU ke PLN, Proses Produksi Lebih Efisien

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 19:36 WIB
PT ITS beralih dari PLTU ke PLN
PT ITS beralih dari PLTU ke PLN

NEWSmedia - PT Indonesia Toray Synthetic (ITS) menghentikan penggunaan PLTU milik sendiri berkapasitas 2x15 MW dan memutuskan beralih ke listrik PLN dengan total pasokan 45 MVA.

Dengan berpindah ke PLN, maka perusahaan serat sintetis tersebut diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan proses produksi akan lebih efisien.

"Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITS akan lebih fokus dengan bisnis dan PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril melalui press rilis yang dikeluarkan PLN UID Banten pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Daftar Negara yang Memiliki Pembangkit Listrik Terbesar di Dunia, Inggris dan China Punya Dua

Tak hanya mendapatkan pasokan listrik yang andal, lanjut Bob, PT ITS juga mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 60 ribu ton CO2 per tahun sesuai dengan visi dari Toray Group.

"Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan ke seluruh perusahaan yang saat ini masih menggunakan pembangkit sendiri untuk sumber listrik," ujarnya.

Presiden Direktur PT ITS, Yamamoto Hirofusa mengatakan dengan memindahkan suplai ke PLN, Toray Group berharap ada kestabilan dalam proses produksi di pabrik PT ITS Tangerang.

Baca Juga: Pemerasan Mengatasnamakan KPK Kian Marak, Surat Penyelidikan Korupsi Kabupaten Gowa Dipastikan Palsu

Dia pun mengapresiasi PLN yang meskipun menghadapi banyak tantangan karena pandemi Covid-19, tetapi dapat memulai suplai listrik sesuai dengan jadwal pada 1 Oktober 2021.

"Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih ke semua pihak atas kelancaran pembangunan infrastruktur suplai listrik ini, terutama PLN. Saya sangat bersyukur karena dalam proyek ini kita mendapatkan suplai listrik sesuai dengan jadwal," katanya.

"Terakhir ke depan tentunya semoga perpindahan ini bisa memberikan banyak manfaat, tidak hanya kepada PT ITS saja tetapi juga untuk PLN, masyarakat dan kebaikan alam," imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur Banten Ingin Datangkan CR7 ke Stadium Internasional, Relawan Kampung Tanggapi dengan Senyum Getir 

Selama ini, PT ITS telah menerapkan sistem manajemen berdasarkan ISO 9001 untuk menjamin produk berkualitas tinggi dan ISO 14001 untuk pelestarian lingkungan.

Produk berkualitas tinggi tersebut dipasarkan ke pasar domestik sekitar 70 persen, sementara sisanya diekspor ke berbagai negara.

"Sesuai dengan Toray Sustainability Vision, PT ITS memiliki target untuk mengurangi efek rumah kaca sebesar 30 persen. Peralihan listrik ke PLN akan memberikan kontribusi yang signifikan dari Toray Group untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," katanya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Serang Dilaporkan ke Polda Banten, Atas Dugaan Korupsi Pemotongan Uang Honor Office Boy

Sebagai informasi, PT ITS didirikan pada Oktober 1971 sebagai pionir dalam memproduksi serat sintetis di Indonesia dengan menggunakan teknologi dari Toray Jepang.

Saat itu, PT ITS memproduksi Nylon Filament Yarn, Polyester Staple Fiber dan Polyester Filament Yarn.

Pabrik yang berlokasi di Tangerang ini memiliki estimasi pemakaian listrik minimum mencapai lebih dari 9.9 juta kWh.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kata OJK Indonesia tentang CFG Football, Ternyata!

Senin, 24 Januari 2022 | 13:53 WIB
X