• Minggu, 16 Januari 2022

Jangan Lakukan Ini Jika Salatmu Tidak Ingin Sia-sia, Syekh Ali Jaber Paparkan Tata Cara Salat Supaya Sah

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 17:09 WIB
Ilustrasi gerakan salat. (Foto: Indonesiainside.id)
Ilustrasi gerakan salat. (Foto: Indonesiainside.id)

NEWSmedia – Dalam Islam, salat merupakan tiang agama. Diibaratkan bangunan, jika tak ada tiang, maka runtuhlah bangunan tersebut. Begitupun jika umat Islam tidak mendirikan salat, maka hancurlah agama Islam.

Dalam salat, terdapat aturan-aturan yang harus dilakukan jika ingin salatmu diterima Allah SWT. Diterima atau tidak salat (ibadah) seorang hamba memang bukan urusan kita sebagai manusia. Tetapi Islam sudah mengaturnya sehingga kita mengikuti aturan tersebut.

Almarhum Syekh Ali Jaber, seorang ulama karismatik asal Madinah menjelaskan apa yang membuat salat seseorang tidak bernilai di mata Allah SWT.

Baca Juga: 3 Bocah Indonesia dengan Penghasilan Puluhan Miliar, Paling Tajir Berusia 7 Tahun Kalahkan Atta Halilintar

Ia menjelaskan, di dalam salat ada yang disebut dengan tuma’ninah (diam sebentar, tidak terburu-buru). Mayoritas ulama berpendapat tuma’ninah termasuk rukun dalam salat yang apabila dilanggar maka tidak sah salatnya.

“Ada orang yang mengerjakan salat, namun ada pula orang yang mendirikan salat,” kata Syekh Ali Jaber dalam video ceramah yang ditayangkan di kanal Youtube VDVC Religi.

“Mereka sama-sama ruku, sama-sama sujud, tetapi di antara mereka ada yang diterima oleh Allah dan ada pula yang tidak diterima oleh Allah. Apa sebabnya? Karena satu dari mereka menghadap Allah dengan hatinya, dan satu lagi hanya menghadap Allah dengan fisiknya,” sambungnya.

Dalam hal ini maksudnya adalah beda rasanya salat yang benar-benar mendirikan salat dengan menghadirkan hatinya, dengan salat yang hanya sekedar menggugurkan kewajibannya (fisiknya).

Baca Juga: Rahasia Mengobati Sakit Gigi dari dr. Zaidul Akbar, Pakai Bahan Alami dan Mudah Didapatkan

Salat yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban, adalah hanya salat tanpa melakukan rukunnya, terburu-buru, sehingga tidak terasa ketenangan dalam hatinya.

Tetapi salat yang benar-benar niat mendirikan salat dengan menghadirkan hatinya di hadapan Allah, maka akan tercipta ketenangan dalam hatinya, sehingga salatnya pun tenang (tidak terburu-buru).

“Saya pernah masuk satu mesjid, habis saya tahiyyatul masjid, duduk. Saya melihat orang baru masuk dan juga tahiyyatul masjid, saya lihat gerakan salatnya (na’udzubillaah), luar biasa cepat,” ujar Syekh Ali Jaber menceritakan pengalamannya.

“Saya hanya menangkapi bacaan salatnya. Saya baca alfatihah, saya baru selesai (membaca) waladhoolliin...aamiin. Saya bandingkan bacaan salat saya dengan beliau, beliau sudah sampai ke (gerakan) tahiyyaat,” lanjutnya.

Syekh Ali Jaber mengungkapkan salat seperti itu layaknya perlombaan yang mana jika salatnya paling cepat, maka dialah juaranya. Dan salat seperti itulah yang membuat kita tidak dapat merasakan kenikmatan dalam salat.

Baca Juga: Ingin Sembuh dari Penyakit dan Cari Solusi ke ‘Orang Pintar’ sama saja Merampok dan Menipu untuk Mencari Uang

Ulama karismatik tersebut memaparkan, bahwa sebenarnya tidak ada dalam Al-Quran dan sunnah perintah untuk salat yang khusuk. Akan tetapi salat yang khusuk adalah hasil dari salat yang tenang.

“Allah dan Rasul perintahkan kita untuk tenang dalam salat. Karena melakukan tuma’ninah dalam salat adalah sifat orang yang beriman,” ujarnya.

Ulama yang wafat pada 14 Januari 2021 itu selalu menguatkan ceramahnya dengan dalil Al-Quran, hadits, fatwa ulama, atau dari sejarah orang-orang terdahulu.

Dalam hal ini Syekh Ali Jaber menceritakan saat ada seseorang di zaman Rasulullah SAW yang diperintahkan oleh Rasul mengulangi salatnya sampai tiga kali berturut-turut.

Dalam penjelasannya, Rasulullah SAW saat itu sedang berada di dalam masjid, kemudian didatangi oleh seseorang yang baru selesai menyelesaikan salat tahiyyatul masjid.

Baca Juga: Enzy Storia yang Diisukan Akan Menikah dengan Gading Marten, Ini Profil Lengkap Berikut Agamanya

Ketika seseorang itu mendatangi Rasul dan mengajaknya bersalaman, namun Rasulullah SAW tidak menerimanya dan memerintahkannya untuk mengulangi salatnya.

Selesai melaksakanan salatnya, ia hampiri lagi Rasulullah dan mengajaknya bersalaman, namun Rasulullah kembali memerintahnya untuk mengulangi salatnya karena dianggap belum mendirikan salat. Begitu seterusnya sampai tiga kali berturut-turut.

Syekh Ali Jaber menjelaskan, Rasulullah SAW menjelaskan pada seorang tersebut, bahwa dalam salat ada yang disebut tuma’ninah yang dilakukan setelah ruku, sujud, duduk di antara dua sujud.

Hendaklah kita mendirikan salat dengan tuma’ninah, tidak terburu-buru sehingga timbul ketenangan dalam hati kita.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X