• Senin, 25 Oktober 2021

Kabar Duka Datang Dari Baduy, Puluhan Rumah Warga Suku Adat Ludes Dilalap Api

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:26 WIB
Kebakaran hebat terjadi di Kampung Pasirhuni, Desa Kanekes, Kecamatan Luwidamar, Kabupaten Lebak Banten, Rabu 13 Oktober 2021. (Foto: Tangkap Layar akun Facebook Uday Suhada)
Kebakaran hebat terjadi di Kampung Pasirhuni, Desa Kanekes, Kecamatan Luwidamar, Kabupaten Lebak Banten, Rabu 13 Oktober 2021. (Foto: Tangkap Layar akun Facebook Uday Suhada)

NEWSmedia – Kabar duka kembali datang dari Suku Baduy, Rabu siang 13 Oktober 2021. Sedikitnya 24 rumah warga Baduy Luar, tepatnya di Kampung Pasirhuni, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak Banten ludes dilalap api.

“Duka datang lagi dari Tatar Kanekes, tadi siang. Kali ini di kampung Pasirhuni. Sekitar 24 rumah ludes dilalap si jago merah,” tulis akun Facebook, Uday Suhada, seraya memposting kobaran api yang melahap rumah-rumah kayu beratap rumbia, Rabu 13 Oktober 2021.

NEWSmedia pun mencoba berkomunikasi langsung dengan pemerhati masyarakat adat Suku Baduy tersebut.

Baca Juga: Bus Tayo, Moda Transportasi Umum Modern di Kota Tangerang yang Bakal jadi Pilihan Karena Nyaman dan Murah

Dikatakannya, kebakaran yang terjadi sulit untuk diselamatkan. Pasalnya posisi rumah yang saling berdekatan. Lokasi daerah itu berada di pintu masuk yang berbatasan degan Kampung Nanggerang, Desa Kanekes.

“Sulit memadamkan api jika kebakaran di kampung Baduy. Selain berdempetan, sumber air untuk memadamkan pun terbatas,” ungkapnya.

Dalam waktu sekejap, rumah-rumah masyarakat Baduy rata dengan tanah akibat kebakaran hebat yang terjadi Rabu 13 Oktober 2021. (Ist/NEWSmedia)
Hingga artikel ini ditulis, tak terdapat kabar adany korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun dipastikan puluhan keluarga yang tingga di kampung itu kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Baca Juga: Ternyata 4 Cara Duduk Ini Bisa Ungkap Karakter Seseorang, Kamu Kayak Gimana?

“Sampai saat ini infonya tidak ada korban jiwa. Rumah yang tersisa hanya 6 unit. Satu unit lumbung padi turut terbakar. Musibah terjadi tadi siang sekitar Jam 12.00 WIB,” ujar Uday Suhada.

Kebakaran di Baduy biasanya disebabkan oleh tungku perapian yang berada di atas bale-bae dapur. Mereka membuat perapian untuk memasak bukan di atas tanah. Atau bisa juga dari lampu tempel yang biasanya ditempatkan di dinding bilik bambu.***

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X