• Senin, 29 November 2021

UPDATE! Terungkap dalam Proses BAP: Total Penipuan Mark AI dan Sunton Capital Menembus Angka Rp1 Triliun

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:54 WIB
Pengacara Korban Penipuan Mark AI dan Sunton Capital, Farhan SH. (Foto: Tangkap Layar Youtube Mas Alec Chanel/NEWSmedia)
Pengacara Korban Penipuan Mark AI dan Sunton Capital, Farhan SH. (Foto: Tangkap Layar Youtube Mas Alec Chanel/NEWSmedia)

NEWSmedia – Jajaran Polda Metro Jaya langsung melakukan langkah cepat proses penyelidikan dugaan penipuan robot trading Mark AI dan Sunton Capital.

Dua perusahaan Crypto Currency yang diduga kuat bersekongkol di bawah satu bendera perusahaan PT. Teknologi Investasi Indonesia.

Dalam proses pemeriksaan Berita Acara Perkara (BAP) di Polda Metro Jaya, Jumat sore 22 Oktober 2021, terungkap dugaan penipuan yang dilakukan Mark AI dan Sunton, ternyata lebih besar dari jumlah yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Jadwal dan Live Streaming Semifinal Denmark Open 2021: Tommy dan Praveen/Melati Berjuang untuk Merah Putih

“Total dana ini semua jumlahnya sekiar Rp1triliun, sekurang-kurangnya sudah sampai T ya,” ungkap pengacara Member Mark AI dan Sunton Capital Farhan SH, dikutip dari Youtube Mas Alec Chanel, Sabtu 23 Oktober 2021.

Diungkapkan Farhan, dalam pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, pihaknya telah menjelaskan sistem kerja Mark AI maupun Sunton Capital, termasuk jumlah kerugian yang dialami para member perusahaan crypto curency tersebut.

“Kalau Mark AI kan sistem robot, ongkang-ongkang kaki dapat duit. Sedangkan Sunton Capital itu menggunakan sisten signal,” papar Farhan SH.

Baca Juga: Hidup Terlalu Sehat dan Steril Ternyata Rentan Terkena Penyakit, Diantaranya Alergi dan Asma

Untuk proses di Mapolda Metro Jaya, lanjut Farhan, pihaknya menerima pengaduan baru dengan jumlah kerugian yang lebih besar dari sebelumnya, yakni sebesar Rp30 miliar. “Dalam waktu dekat ini, akan segera masuk laporannya,” katanya.     

Dalam keterangannya, Farhan juga menyatakan jika Sunton Capital dan Mark AI merupakan dua produk berbeda di bawah naungan PT. Teknologi Investasi Indonesia (PT.TII).

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X