• Sabtu, 29 Januari 2022

6 Tanda Kemunafikan Seseorang dalam Mengerjakan Shalat Menurut Ibnu Qayyim, Pernah Mengalaminya?

- Sabtu, 6 November 2021 | 10:30 WIB
Ilustrasi  Shalat
Ilustrasi Shalat

NEWSmedia - Shalat merupakan ibadah wajib harian yang harus dikerjakan oleh seorang muslim lima waktu dalam sehari. Mulai dari Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.

Dalam Islam, semua amal ibadah yang dikerjakan harus didasari oleh hati yang ikhlas, niat yang satu dan tidak melenceng, baik itu amalan wajib, sunnah ataupun mubah.
 
Termasuk ketika seorang Muslim mengerjakan ibadah shalat. Shalat harus diniatkan hanya untuk Allah SWT. Sebagaimana niat yang diucapkan, yaitu Lillahi Ta’ala (hanya untuk Allah Yang Maha Tinggi).
 
 
Namun, Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Ash-Shalah Wa Hukmu Tarikhna jilid 1 halaman 173 menyebutkan bahwa adakalanya seorang muslim mengerjakan shalat tidak seusai dengan niat.
 
Ibnu Qayyim menyebut orang-orang seperti ini dengan orang yang munafik dalam shalat. Ulama besar yang terkenal dengan berbagai kata-kata bijaknya ini menyebutkan sedikitnya ada 6 tanda ciri-ciri orang yang munafik dalam shalat.
 
1. Malas Ketika Bangkit Untuk Mengerjakannya
Timbulnya rasa malas untuk mengerjakan shalat menunjukkan betapa kurangnya rasa tanggung jawab seorang Muslim.
 
Shalat merupakan kewajiban yang utama, dan merupakan amal ibadah yang paling pertama dihisab. Jika amal yang pertama saja dikerjakan dengan malas, amalan-amalan lain pun akan ikut dibawa malas juga.
 
 
2. Riya Ketika Mengerjakannya
Riya merupakan sifat buruk yang selalu ingin diperhatikan orang lain. Ingin dinilai oleh orang lain. Orang yang riya dalam shalat akan terkesan khusyu’, shaleh, dan berlama-lama.
 
Tetapi hal-hal tersebut hanya akan dilakukan ketika dirinya sedang bersama orang lain. Jika shalat sendiri, ia tidak akan memperlihatkan kekhusyu’an nya ketika shalat.
 
Atau bahkan lebih parah lagi, ia hanya akan shalat saat ada orang lain saja disekitarnya. Jika sedang sendiri dan tidak ada orang yang melihat, ia tidak akan mengerjakan shalat.
 
3. Menunda-nunda Shalat
Menunda-nunda shalat berarti selalu shalat diakhir waktu dengan alasan yang tidak dibenarkan oleh agama, seperti bermain game dan kegiatan lain yang menghabiskan waktu dengan sia-sia.
 
Orang-orang seperti ini akan selalu mencari alasan untuk mengerjakan shalat di akhir waktu, padahal shalat diawal waktu merupakan waktu yang sangat dianjurkan.
 
 
4. Terlalu Cepat Gerakannya
Terburu-buru merupakan sifat setan, istilah ini memang benar. Dalam shalat diwajibkan untuk khusyu’ dan tenang.
 
Adanya tuma’ninah atau diam sejenak merupakan bentuk betapa penting nya tenang dan tidak terlalu cepat ketika mengerjakan shalat.
 
5. Hanya Sedikit Menyebut Nama Allah SWT
Shalat adalah ibadah dimana mengingat Allah swt menjadi tujuan utama nya. Hal ini diwujudkan dengan bacaan-bacaan dalam shalat yang berbentuk zikir kepada Allah swt.
 
Jika seseorang shalat sedikit menyebut nama Allah, maka bisa dipastikan bahwa bacaan shalatnya tidak sempurna.
 
 
6.Menghindari Shalat Berjamaah
Shalat berjamaah pahalanya 27 kali lipat dibandingkan shalat sendiri, terutama untuk shalat lima waktu.
 
Rasulullah SAW menekankan shalat wajib dikerjakan secara berjamaah sebagai bentuk persatuan yang mengokohkan ikatan antara sesama muslim.
 
Jika seorang muslim menghindar dari shalat berjamaah, berarti hatinya tidak ada rasa ukhuwah umat Islam, sama saja seperti orang-orang munafik.***
 

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X