• Kamis, 18 Agustus 2022

Mengapa Rasulullah SAW Melarang Meniup Makanan dan Minuman Panas? Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

- Sabtu, 6 November 2021 | 11:30 WIB
Nabi Muhammad SAW melarang meniup makanan dan minuman (net.com)
Nabi Muhammad SAW melarang meniup makanan dan minuman (net.com)

NEWSmedia - Rasulullah SAW mencontohkan banyak hal soal adab menyantap makanan. Salah satunya melarang umatnya untuk meniup makanan dan minuman panas. Kenapa ya? Ternyata bukan soal adab dalam agama tetapi secara ilmiah meniup minuman dan makanan sangat berseiko untuk kesehatan.

Menyuapkan makanan atau minuman panas memiliki resiko besar, mulut dan tenggorokan bisa terluka karena suhu panas dari makanan dan minuman. Biasanya untuk mengurangi suhu panas ini, orang akan meniupnya.

Meniup makanan atau minuman panas memang efektif menurunkan suhunya tetapi bagi umat muslim hal ini dilarang. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menunggu makanan atau minuman hingga tidak panas atau dingin sendiri dan melarang meniup atau menghembuskan nafas di depan makanan.

Baca Juga: 8 Dosa Istri Kepada Suami, Salah Satunya Keluar Rumah Tanpa Izin

Diriwayatkan dalam hadits Ibnu Abbas yang menuturkan “Bahwasanya Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”.

Dalam hadist lain disebutkan, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang bernafas dalam sebuah wadah, atau meniup makanan dalam wadah tersebut. (H.R at-Tirmidzi).

Kalimat larangan dalam beberapa hadist tersebut bukanlah bermakna keharaman, melainkan hanya makruh, yaitu lebih baik dihindari.

Baca Juga: Miracle of Al-Quran, Ustadz Hanan Attaki: Keistimewaan Surat Al-Ashr Sebagai Kunci Sukses Kehidupan

Jika ada yang tetap makan atau minum dengan meniup makanan atau minumannya, maka makanan atau minuman itu tidak lantas jadi haram.

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Tags

Artikel Terkait

Terkini