• Minggu, 7 Agustus 2022

Hasil Penelitian: Penggunaan Masker Wajah Sekali Pakai Berpotensi Mencemari Lingkungan

- Jumat, 19 November 2021 | 16:00 WIB
Ilistrasi masker wajah sekali pakai (Pixabay/ Nastya_gepp)
Ilistrasi masker wajah sekali pakai (Pixabay/ Nastya_gepp)

NEWSmedia - Memakai masker wajah telah menyelamatkan banyak nyawa di tengah krisis pandemi Covid-19.

Namun, tahukah kamu bahwa penggunaan masker wajah sekali pakai dapat menyebabkan masalah lingkungan yang berkembang dan dapat berlangsung lebih lama daripada pandemi?

Para peneliti memperingatkan melalui studi tebarunya, bahwa mereka memperkirakan manusia telah menggunakan 129 miliar masker wajah setiap bulan, atau 3 juta masker per menitnya.

Baca Juga: Sinetron Suci Dalam Cinta Episode 19 November 2021, Suci Membuat Keenan Takjub: Berikut Trailer Lengkapnya

Kebanyakan dari mereka adalah menggunakan masker wajah sekali pakai yang terbuat dari microfiber plastik dan nano yang berpotensi beracun atau membawa racun yang mencemari lingkungan.

"Dengan meningkatnya laporan tentang pembuangan masker yang tidak tepat, sangat mendesak untuk mengenali potensi ancaman lingkungan ini dan mencegahnya menjadi masalah plastik berikutnya," kata para peneliti dalam komentar di jurnal ilmiah Frontiers of Environmental Science and Engineering dikutip NEWSmedia dari dailysabah.com pada Jumat, 19 November 2021.

Selanjutnya Enviromental Advances menunjukan bahwa dalam simulasi lingkungan laut, masker wajah mampu melepaskan 173.000 microfiber per hari.

Baca Juga: Prediksi dan Link Live Streaming Barito Putera vs Persiraja: Laga Pembuktian Untuk Menghindari Zona Degradasi

Unsur-unsur kecil ini dapat dengan mudah memasuki ekosistem alami yang menyebabkan kekacauan dengan mempengaruhi kualitas air dan udara secara negatif, membunuh satwa liar dan bahkan masuk ke paru-paru dan aliran darah kita sendiri.

Serat mikro bahkan dapat memasuki sel-sel kehidupan laut, yang banyak dinikmati manusia. Selain itu tali telinga pada masker wajah juga bisa menjadi perangkap kematian bagi hewan, dan terutama biota laut, yang bisa terjerat didalamnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini