• Kamis, 2 Desember 2021

Gubernur Canangkan 'Banten Cegah Stunting', Bagaimana Penanganan Stunting pada Bayi dan Anak?

- Jumat, 26 November 2021 | 11:12 WIB
Kadinkes Banten dr. Hj Ati Pramudji Hastuti memberikan penjelasan soal kasus Stunting di Banten kepada wartawan. (NEWSmedia)
Kadinkes Banten dr. Hj Ati Pramudji Hastuti memberikan penjelasan soal kasus Stunting di Banten kepada wartawan. (NEWSmedia)

NEWSmedia - Meski stunting berdampak hingga dewasa, kondisi ini dapat ditangani. Namun begitu alangkah baiknya mencegah terjadi, daripada mengobati.

Pemprov Banten pun mencanangkan Banten Cegah Stunting. Targetnya, 2024 Banten bebas stunting.

Dilansir kemenkes.go.id, stunting dipengaruhi oleh pola asuh, cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, lingkungan, serta ketahanan pangan.

Baca Juga: Ponsel Samsung Masih Merajai Ponsel Dunia dan Menguasai 22 Persen, Bagaimana Posisi Apple dan Xiaomi?

Salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak dengan tinggi badan di bawah normal yang didiagnosis stunting, yaitu dengan memberikannya pola asuh yang tepat.

Dalam hal ini meliputi inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, serta pemberian ASI bersama dengan MP-ASI sampai anak berusia 2 tahun.

World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menganjurkan agar bayi usia 6-23 bulan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang optimal.

Ketentuan pemberian makanan tersebut sebaiknya mengandung minimal 4 atau lebih dari 7 jenis makanan, meliputi serealia atau umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur atau sumber protein lain, dan asupan kaya vitamin A atau lainnya.

Baca Juga: Kamu Ingin Jadi Pro Player Mobile Legends? RRQ Lemon Bocorkan Segini Gajinya!

Di sisi lain, perhatikan juga batas ketentuan minimum meal frequency (MMF), untuk bayi usia 6-23 bulan yang diberi dan tidak diberi ASI, dan sudah mendapat MP-ASI.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X