• Sabtu, 25 Juni 2022

Besaran UMK Provinsi Banten 2022: Kabupaten Lebak Paling Rendah, Kota Cilegon Tertinggi

- Selasa, 30 November 2021 | 22:20 WIB
Ilustrasi - UMK Provinsi Banten 2022 (Pixabay/ EmAji)
Ilustrasi - UMK Provinsi Banten 2022 (Pixabay/ EmAji)

NEWSmedia - Gubernur Banten, Wahidin Halim telah menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten/ Kota atau UMK Provinsi Banten tahun 2022.

Besaran UMK Provinsi Banten 2022 telah ditetapkan melaui surat keputusan Gubernur Banten dengan nomor 561/ Kep.282-Huk/ 2021 tentang besaran Upah Minimum Kabupaten/ Kota Provinsi Banten tahun 2022.

Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim pada Selasa, 31 November 2021.

Baca Juga: Tarif Tol Serang Panimbang 2021: Dari Cilegon-Merak ke Rangkasbitung Mulai Rp50 Ribuan

Surat keputusan tersebut mengacu pada peraturan perundang-undangan yg berlaku yaitu PP No. 36/2021 tentang Pengupahan.

"Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini Gubernur Banten, telah menetapkan upah minimum kabupaten/kota se-Provinsi Banten" kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Al Hamidi melalui keterangan pers yangdikeluarkan Pemprov Banten pada Selasa, 30 November 2021 malam.

Berikut besaran UMK Provinsi Banten 2022 berdasarkan Keputusan Gubernur Banten:

Baca Juga: Tarif Tol Serang Panimbang 2021: Dari Cilegon-Merak ke Rangkasbitung Mulai Rp50 Ribuan

1. Kabupaten Pandeglang: Tidak ada kenaikan atau tetap diangka Rp2.800.292.64.
2. Kabupaten Lebak: Naik 0,81%, dari Rp2.751.313.81 menjadi Rp2.773.590.40.
3. Kabupaten Serang: Tidak ada kenaikan atau tetap diangka Rp4.215.180.86.
4. Kabupaten Tangerang: Tidak ada kenaikan atau tetap diangka Rp4.230.792.65.

5. Kota Tangerang: Naik 0,56%, dari Rp4.262.015.37 menjadi Rp 4.285.798.90.
6. Kota Tangerang Selatan: Naik 1,17%, dari Rp4.230.792.65 menjadi Rp4.280.214.51.
7. Kota Cilegon: Naik 0,71%, dari Rp4.309.772.64 menjadi Rp 4.340.254.18.
8. Kota Serang naik 0,52%, dari Rp3.830.549.10 menjadi Rp 3.850.526.18

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini