• Sabtu, 29 Januari 2022

Erupsi Gunung Semeru Terekam di Seismograf dengan Amplitudo Maksimum 25 mm dengan durasi 5.160 detik

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:35 WIB
Gunung Semeru erupsi (Instagram/ @khofifah.ip)
Gunung Semeru erupsi (Instagram/ @khofifah.ip)

NEWSmedia - Telah terjadi erupsi di Gunung Semeru pada hari Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 14:50 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, visual letusan Gunung Semeru tidak teramati, namun erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5.160 detik.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/ puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan.

Baca Juga: Nama Gunung Semeru Trending di Twitter Karena Erupsi, Netizen: Stay Safe Buat yang Disekitarnya!

"Waspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," dikutip NEWSmedia dari Twitter PVMBG.

Masyarakat juga diminta untuk menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas Gunung Semeru, karena saat ini suhunya masih tinggi.

"Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan," ucapnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Situasi Lumajang Siang Hari Sudah Seperti Malam Hari Dampak dari Erupsi

"Waspadai juga ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk," katanya.

Seperti diketahui, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X