• Minggu, 22 Mei 2022

Ketua SPN: Buruh Marah Sampai Akhirnya Geruduk Ruang Kerja Gubernur Banten Dipicu karena Ucapan Wahidin Halim

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 12:41 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (SPN), Puji Santoso. (NEWSmedia)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (SPN), Puji Santoso. (NEWSmedia)

NEWSmedia – Aksi demo buruh yang menerobos Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) hingga menduduki ruang kerja Gubernur Banten Wahidin Halim merupakan imbas dari penetapan Upah Mininum Provinsi (UMP) dan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) untuk tahun 2022. 

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja Nasional (SPN), Puji Santoso mengatakan, aksi para buruh hingga menggeruduk masuk ke kantor Gubernur Banten disebabkan rasa sakit hati atas ucapan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH).

Diketahui, Wahidin Halim mengatakan apabila buruh tidak menerima ketetapan UMK, pengusaha diminta mengganti pekerja tersebut dan mencari pekerja baru yang mau digaji dengan upah yang ditetapkan.

Baca Juga: Peluang WH dan Andika Bisa Dipilih Lagi di Pilgub Banten Berat, Ukurannya Bisa Dilihat dari Faktor Ini

“Dengan kantor dikuasai rakyatnya bukan tanpa sebab, dikarenakan ucapan Gubernur WH yang asbun (asal bunyi) dan tidak beradab,” kata Puji Santoso dalam keterangan pers yang diterima NEWSmedia, Sabtu, 25 Desember 2021.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan pernyataan itu setelah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

“Ucapannya agar pengusaha mengganti dengan pekerja yang mau digaji dengan 2,5 juta hingga Rp4 juta, tentu membuat kami sakit hati karena tidak pro kepada buruh,” jelasnya.

Selain itu juga, buruh geram dengan kebiasaan Gubernur Banten Wahidin Halim yang nyaris tidak pernah mau menemui buruh ketika didatangi.

Baca Juga: Buruh Geruduk Ruang Kerja Gubernur Aparat Keamanan Dipertanyakan, WH: Seharusnya Negara Memberikan Rasa Aman

Gubernur Banten ini memimpin rakyat Banten secara keseluruhan atau hanya memimpin, menghidupi dan menjaga kelompoknya saja,” ucap Puji.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini